JAKARTA KBK.NEWS – Harga batu bara global resmi menyentuh titik tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Sentimen pasar saat ini didominasi oleh kekhawatiran krisis energi menyusul memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Lonjakan Signifikan di Pasar Asia

​Batu bara Newcastle, yang menjadi tolok ukur harga di wilayah Asia, mencatatkan kenaikan drastis pada Senin (9/3/2026). Berikut adalah rincian kenaikannya:

  • ​Kenaikan Persentase: Melonjak hingga 9,3%.
  • ​Harga Kontrak: Mencapai US$150 per ton.
  • ​Status: Level tertinggi sejak November 2024.

​Pemicu Utama: Krisis Energi Global

​Kenaikan harga batu bara ini tidak terjadi secara terisolasi, melainkan dipicu oleh efek domino dari ketegangan geopolitik dan pasar komoditas lainnya:

    1. ​Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran: Perang yang meluas menimbulkan kekhawatiran besar akan gangguan pasokan energi global secara umum.
    2. ​Lonjakan Harga Minyak Mentah: Minyak dunia sempat melambung hingga 20% di awal perdagangan. Brent menyentuh US$111,04/barel, sementara WTI sempat melesat ke US$111,24/barel. Saat harga minyak mahal, pasar cenderung mencari alternatif energi lain, yang meningkatkan permintaan terhadap batu bara.
    3. ​Pemangkasan Produksi di Teluk: Keputusan produsen di kawasan Teluk untuk memangkas produksi memperketat suplai energi global.
    4. ​Ancaman Jalur Logistik: Ketegangan di Selat Hormuz, jalur perdagangan energi paling vital di dunia, menciptakan risiko distribusi yang membuat harga komoditas energi terus merangkak naik.

​Ringkasan: Kenaikan batu bara ke angka US$150/ton mencerminkan kepanikan pasar atas keamanan pasokan energi dunia selama konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi.

BACA JUGA :  AS Turunkan Tarif Impor untuk Indonesia Jadi 19 Persen, Ekspor AS Bebas Tarif