MARTAPURA, KBK.NEWS – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, membantu menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga Sabtu (31/10/2026), jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau sangat minim, dan tidak ada titik api baru yang ditemukan.

Meski situasi membaik, total lahan terdampak karhutla di Kabupaten Banjar sepanjang periode kejadian mencapai 6.700,57 hektare. Kebakaran itu tersebar di 147 desa pada 19 kecamatan.

Berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, lima kecamatan dengan luas lahan terbakar terbesar adalah:

Gambut: 1.906,72 hektare
Cintapuri Darussalam: 1.717,50 hektare
Martapura Barat: 668,50 hektare
Beruntung Baru: 563,50 hektare
Sungai Tabuk: 505,33 hektare

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyebut hujan yang turun merata menjadi faktor penting dalam pemadaman titik api.

“Alhamdulillah, hujan yang turun cukup deras dan merata membantu memadamkan titik api. Berdasarkan hasil pemantauan cuaca, jumlah titik panas di Kabupaten Banjar hari ini juga sangat minim,” ujarnya.

BACA JUGA :  Menghidupkan Kembali Perjanjian Tumbang Anoi

Menurut Wasis, hingga Sabtu pihaknya belum menemukan titik api baru. Curah hujan yang cukup tinggi di sejumlah kecamatan juga membantu menekan potensi kebakaran susulan.

Meski karhutla mulai terkendali, BPBD Kabupaten Banjar tidak mengendurkan kesiapsiagaan. Posko penanganan tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama di wilayah yang sebelumnya terbakar.

“Posko tetap bersiaga agar ketika terjadi kebakaran, petugas bisa segera bergerak melakukan penanganan,” tegasnya.

BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin. Dengan hujan yang mulai merata, risiko karhutla di Kabupaten Banjar diharapkan terus menurun.