HUT ke-81 TNI: Gelar Pasukan Modern dan Transformasi Besar-Besaran Satuan Teritorial
KBK JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di gelar di Mabes TNI di Cilangkap dan jajaran pertahanan negara ini terus melakukan penguatan struktur organisasi secara masif.
Peringatan HUT TNI ke – 81 yang digelar di Markas Besar TNI dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Penguatan struktur TNI sebagai organisasi masid ditandai pada HUT ke-81 ditandai dengan peresmian puluhan satuan baru di tiga matra untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada HUT TNI ke – 81 ini mengusung motto atau tema “TNI Tangguh, Indonesia Maju“, peresmian ini mencakup pembentukan enam Komando Daerah Militer (Kodam), 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP), 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP), serta tiga Batalyon Bantuan Tempur (Yon Banpur) untuk memperkuat matra darat.
Pengembangan juga menyasar matra laut dan udara melalui pembentukan satu Brigif Marinir, empat Batalyon Marinir, satu Divisi II Korpasgat, satu Brigade Korpasgat, tiga Batalyon Korpasgat, satu Skadron Pendidikan, dua Skadron Udara, dan dua Satuan Radar. Langkah penambahan armada dan personel ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengamanan wilayah darat, laut, dan udara Indonesia secara responsif dan merata.
Selain peresmian satuan baru, rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI dimeriahkan dengan berbagai agenda utama, antara lain:
- Bakti Sosial dan Kesehatan: Pelayanan medis gratis, donor darah, serta penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
- TNI Marathon & Pameran Alutsista: Ajang olahraga bersama masyarakat dan pameran teknologi alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru milik tiga matra.
- Upacara Puncak dan Parade Militer: Demonstrasi keterampilan prajurit, atraksi flypass pesawat tempur, serta defile pasukan dan alutsista di hadapan publik.
Sekilas Sejarah TNI
Cikal bakal TNI bermula dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 22 Agustus 1945 pascakemerdekaan. Untuk memperkuat perjuangan mempertahankan kedaulatan, pemerintah mengubah BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945 dan menjadi tanggal yang kelak diabadikan sebagai Hari Lahir TNI. Setelah mengalami beberapa kali perubahan nama seperti Tentara Republik Indonesia (TRI), organisasi militer ini secara resmi berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947 hingga saat ini.






