KBK.News, BANJARMASIN – Ikatan Nanang Galuh (Inaga) Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan diri siap memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam upaya pemajuan kebudayaan di daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi sekaligus penyusunan program Inaga se-Kalimantan Selatan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Jumat (14/8/2026).

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Edy, mengatakan dinamika yang sempat terjadi di internal Inaga merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, menurutnya, persoalan tersebut telah diselesaikan dan seluruh unsur Inaga kini berkomitmen untuk kembali solid.

“Inaga Kalsel adalah yayasan. Kami akan selalu siap membantu semua komunitas, lembaga maupun yayasan yang bergerak di bidang seni dan budaya,” ujar Edy.

Ia menegaskan, ke depan Inaga Kalsel tidak lagi ditempatkan sebatas sebagai objek dalam kegiatan kebudayaan. Organisasi tersebut justru akan didorong menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus agen budaya yang aktif di tengah masyarakat.

Menurut Edy, perubahan tersebut merupakan bagian dari paradigma baru Pemprov Kalsel dalam mengelola pemajuan kebudayaan.

“Dari event menjadi ekosistem, dari eksklusif menjadi berbasis komunitas dan inklusif, serta dari pelestarian menjadi pemberdayaan ekonomi budaya dan PAD,” jelasnya.

Edy menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kalsel yang masih berada di bawah nilai nasional.

Karena itu, pembinaan kebudayaan ke depan akan diarahkan lebih dekat dengan komunitas dan pelaku budaya di akar rumput.

“Ini adalah era baru tata kelola budaya di provinsi. Kami akan hadir secara grassroots, menguatkan dari akar rumput,” tegasnya.

Ia menilai Inaga memiliki posisi strategis karena keberadaannya tersebar di berbagai kabupaten/kota di Kalsel. Dengan penguatan kelembagaan dan program yang konkret, Inaga diharapkan mampu menjadi agen budaya yang ikut mendorong program pemerintah.

BACA JUGA :  Naga Banjar Promosikan Wisata Dan Usaha kreatif

Selain perubahan pola pembinaan, Edy mengatakan kebijakan tersebut juga akan berdampak terhadap pola perencanaan anggaran pada bidang kebudayaan.

“Anggaran diarahkan langsung berdampak kepada pelaku dan ekosistem budaya. Selama ini sangat eksklusif, ke depan kita pastikan akan inklusif dan berbasis komunitas,” katanya.

Pemprov Kalsel juga berencana melibatkan para agen budaya dalam penguatan muatan lokal di sekolah. Dengan demikian, komunitas budaya tidak hanya berperan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki kontribusi dalam proses pendidikan dan pelestarian budaya di kalangan generasi muda.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Disdikbud Kalsel akan menyusun perjanjian kinerja dengan Inaga terkait pengabdian dan kontribusi organisasi dalam pemajuan kebudayaan.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kesepakatan turut dihasilkan. Di antaranya, Inaga se-Kalsel akan memenuhi tahapan Musyawarah Besar (Mubes), memperkuat program kerja melalui kolaborasi dengan Disdikbud Kalsel, serta menargetkan pelantikan paling lambat September 2026.

Selanjutnya, pada Oktober 2026, Inaga diharapkan sudah mulai efektif berkolaborasi dalam program-program Disdikbud di masing-masing kabupaten/kota.

“Bisa dipastikan hasil Mubes tidak berubah, cuma perlu penguatan kelembagaan dan program kerja yang benar-benar konkret dan berdampak inklusif. Nanti akan difasilitasi Bidang Kebudayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Nanang Galuh Kalsel, Erwen Sasmita Riyadhi, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap keberadaan dan penguatan Inaga di Kalsel.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Gubernur, Kadisdikbud beserta jajaran dan seluruh Pawadahan Nanang Galuh se-Kalsel,” singkatnya.

Dengan kesepakatan tersebut, Inaga Kalsel kini diarahkan tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan kebudayaan yang bersifat seremonial, tetapi menjadi kekuatan komunitas yang ikut mengambil peran dalam membangun ekosistem budaya Kalsel secara berkelanjutan.