Inflasi Kalsel Tembus 5,97%, Gubernur Muhidin Soroti “Budaya” Investasi Emas
BANJARMASIN KBK.NEWS – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bergerak cepat menyikapi angka inflasi daerah yang kini berada di atas rata-rata nasional. Dalam pertemuan strategis bersama Bank Indonesia, BPS, OJK, dan DJPb di Banjarmasin, Minggu (8/3/2026), Gubernur membahas langkah konkret untuk menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri terkait pengendalian harga.
Perbandingan Data Inflasi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), posisi ekonomi Kalsel saat ini sedang menghadapi tantangan harga yang cukup signifikan:
|
Indikator Inflasi (Februari 2026) |
Kalimantan Selatan |
Nasional |
|---|---|---|
|
Bulanan (mtm) |
0,86% |
0,68% |
|
Tahunan (yoy) |
5,97% |
4,76% |
Emas dan Listrik Jadi Pemicu Utama
Berbeda dengan daerah lain yang umumnya dipicu oleh harga pangan, inflasi di Kalsel justru didominasi oleh sektor non-pangan. Gubernur H. Muhidin mengungkapkan dua faktor utama:
-
- Penghapusan Diskon Listrik: Kenaikan secara tahunan terlihat melonjak karena pada Februari 2025 lalu masih terdapat program diskon listrik 50%, yang kini sudah tidak berlaku.
- Tingginya Minat Emas Perhiasan: Masyarakat Kalsel dikenal memiliki daya beli yang tinggi terhadap emas. Harga emas perhiasan sendiri mencatat kenaikan drastis hingga 78,99% dalam setahun terakhir.
”Seandainya tidak ada penyesuaian tarif listrik dan fluktuasi harga emas, inflasi kita sebenarnya diprediksi hanya berada di angka 1,87%,” jelas H. Muhidin.
Pangan Relatif Stabil Menjelang Lebaran
Meski angka inflasi umum tinggi, Gubernur memberikan kabar baik mengenai sektor pangan. Ia memastikan bahwa stok bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, menambahkan bahwa selain emas dan listrik, komoditas lain yang tetap perlu diwaspadai adalah beras, daging ayam ras, dan sigaret kretek mesin.
Langkah Strategis Pemprov Kalsel
Sebagai solusi jangka panjang, Gubernur mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih instrumen investasi selain emas perhiasan guna menekan volatilitas inflasi daerah. Pemprov Kalsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen untuk terus berkoordinasi menjaga stabilitas harga di pasar.
Sumber : Humas Pemprov Kalsel
