Jaga Pasokan Air Bersih, PTAM Intan Banjar Optimalkan Banjarbakula
KBK.News, BANJARBARU – Pertumbuhan kawasan permukiman yang kian pesat di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar mulai memberi tekanan pada kebutuhan air bersih. Meski hingga kini kondisi masih terbilang terkendali, lonjakan permintaan dalam jangka menengah hingga panjang diprediksi tak terelakkan.
Mengantisipasi hal tersebut, penguatan kapasitas produksi menjadi langkah strategis yang kini dijalankan. Salah satunya melalui peningkatan (upgrade) sistem pengolahan air oleh pihak Banjarbakula. Upaya ini dilakukan setelah sebelumnya instalasi sempat mengalami kendala teknis. Kini, proses optimalisasi terus digenjot untuk meningkatkan debit air agar mampu menjawab kebutuhan di masa mendatang.
Tak hanya itu, sinergi antara pengelola IPA Pinus dan Banjarbakula juga diperkuat. Kolaborasi ini bertujuan memastikan tambahan pasokan air baku dapat diolah secara maksimal tanpa mengganggu sistem distribusi yang telah berjalan.
Di sisi lain, kualitas air tetap menjadi prioritas utama. Kepala Subbagian Laboratorium, Kresnadita Mesnitra, menegaskan bahwa pengawasan mutu dilakukan secara ketat dan berlapis. Pengujian dilakukan terhadap berbagai sampel, mulai dari air baku di intake Mandi Kapau, air hasil produksi, hingga air di zona air minum prima dan pelanggan.
“Parameter yang kami uji meliputi pH, kekeruhan, suhu, konduktivitas, dan Total Dissolved Solid (TDS). Pemeriksaan dilakukan setiap jam selama 24 jam,” jelasnya.
Selain itu, kadar sisa klor diperiksa setiap sif, sementara pengujian air pelanggan dilakukan secara rutin setiap bulan dengan parameter yang lebih lengkap.
Hasilnya, kualitas air yang diproduksi masih berada dalam batas aman sesuai standar kesehatan. Nilai pH tercatat sekitar 7, tingkat kekeruhan di bawah 2 NTU, serta sisa klor berada di kisaran 0,90—seluruhnya memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Seluruh parameter hasil pemeriksaan masih sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan,” tambah Kresnadita.
Dengan kapasitas produksi mencapai ratusan liter per detik serta sistem pengawasan kualitas yang ketat, PT Air Minum Intan Banjar memastikan layanan air bersih saat ini dalam kondisi stabil. Meski demikian, peningkatan kapasitas melalui optimalisasi Banjarbakula tetap menjadi langkah penting untuk menghadapi potensi lonjakan kebutuhan di masa depan.
Seiring laju pembangunan daerah yang terus berkembang, keberlanjutan pasokan air bersih tak hanya bergantung pada distribusi semata, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan konsistensi pengawasan mutu. Dua aspek ini kini menjadi fokus utama demi menjaga kualitas layanan sekaligus kepercayaan pelanggan.
