KBK.NEWS BANJARBARU – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, H. Muhammad Rofiqi, S.H., melakukan kunjungan kerja ke gudang Perum Bulog wilayah Kalimantan Selatan pada Rabu (29/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan di daerah tetap aman dan stabil, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Stok Beras Melimpah Hingga Sewa Gudang Tambahan

​Dalam peninjauan langsung di lapangan, Rofiqi mendapati fakta menggembirakan mengenai cadangan pangan lokal. Ia mengungkapkan bahwa saat ini stok beras di Bulog Kalsel berada dalam kondisi sangat melimpah, bahkan melampaui kapasitas penyimpanan yang tersedia.

​“Stok beras di Bulog Kalimantan Selatan sangat melimpah. Kapasitas gudang yang ada saat ini sudah tidak lagi mencukupi, sehingga Bulog harus melakukan penyewaan gudang tambahan untuk menampung kelebihan stok tersebut,” ujar Rofiqi.

Wujud Nyata Swasembada Pangan Era Prabowo

​Rofiqi menegaskan bahwa surplus pangan yang terjadi di Kalimantan Selatan merupakan indikator keberhasilan dari kebijakan strategis pemerintah pusat. Menurutnya, fokus Presiden Prabowo Subianto pada sektor pertanian dan distribusi pangan mulai membuahkan hasil nyata di daerah.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra sedang sidak ketersediaan pangan (beras) untuk Kalsel.
  • ​Capaian Tertinggi: Kondisi stok saat ini dinilai sebagai salah satu pencapaian swasembada pangan terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
  • ​Komitmen Gerindra: Sebagai kader Gerindra, Rofiqi memastikan pengawasan distribusi pangan akan terus diperketat guna menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.

Menjaga Stabilitas dan Distribusi

​Selain meninjau fisik gudang, Rofiqi juga melakukan dialog intensif dengan jajaran manajemen Bulog Kalsel. Fokus utama diskusi tersebut adalah memastikan rantai distribusi berjalan optimal agar tidak ada kendala pasokan ke pasar-pasar tradisional.

​Dengan melimpahnya stok pangan ini, H. Muhammad Rofiqi optimis bahwa Kalimantan Selatan akan terus menjadi pilar utama penyangga ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.