KBK.News, BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, penjualan sapi kurban di salah satu kandang milik Abdurrahman terpantau stabil dan tidak mengalami lonjakan dibanding tahun sebelumnya, Senin (25/5/2026).

Pemilik kandang menyampaikan bahwa jumlah penjualan sapi tahun ini masih relatif sama seperti tahun lalu. Menurutnya, belum ada peningkatan signifikan dari masyarakat yang membeli hewan kurban.

“Kenaikan penjualan tidak ada, di tempat kami masih seperti biasa,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi kesehatan seluruh sapi yang berada di kandang tetap terjaga dengan baik. Ia menegaskan sapi yang sakit atau tidak memiliki nafsu makan tidak akan dipotong ataupun dijual untuk kurban.

“Alhamdulillah sapi sehat semua. Kalau ada sapi yang tidak sehat atau tidak mau makan, biasanya tidak dipotong,” katanya.

Dalam proses distribusi, pengiriman sapi terjauh pada tahun ini dilakukan hingga wilayah Banjarbaru. Ia juga memastikan kondisi hewan tetap sehat saat sampai ke lokasi tujuan.

BACA JUGA :  Hanya Butuh 13 Jam, Polisi Banjarmasin Ringkus Dua Pencuri TV dan Celengan di Jahri Saleh

“Pengiriman terjauh tahun ini cuma sampai Banjarbaru, dan kondisi sapi saat datang tetap sehat,” jelasnya.

Terkait perawatan, sapi hanya diberikan rumput dan air minum secara rutin setiap hari. Rumput disediakan dalam waktu cukup panjang, sedangkan air diberikan menggunakan bak penampungan.

“Perawatannya cuma dikasih rumput sama minum. Rumput tersedia dari siang sampai pagi, sedangkan air disediakan dari jam 11 sampai jam 3 sore menggunakan bak biru seperti yang tadi dilihat,” tuturnya.

Saat ini, jumlah sapi yang berada di kandang mencapai lebih dari 100 ekor. Harga sapi yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp16 juta hingga Rp35 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas sapi. (Masruni)