Rabu, September 23, 2020
Beranda UMUM Jumlah Ikan Semakin Turun di Sungai Martapura

Jumlah Ikan Semakin Turun di Sungai Martapura

Martapura – Setiap hari nelayan di Sungai Martapura Kabupaten Banjar  mencari nafkah dengan mencari ikan air tawar.  Namun, setiap tahun penghasilan mereka semakin menurun akibat minimnya hasil tangkapan (11/03/2018).

Kalau anda melintas di Jalan Martapura Lama di Kawasan Kecamatan Martapura Barat, tepatnya di Bantaran Sungai Martapura mungkin biasa melihat sebagian nelayan yang lagi asyik mencari ikan di sungai tersebut.  Ada yang memancing, memasang lukah atau menjala (Malunta), dan alat tangkap ikan lainnya.

Di kawasan ini seringkali terpantau adalah iring-iringan perahu para nelayan yang jumlahnya sekitar 10 perahu dan melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat penangkapan jenis jala atau yang dalam Bahasa Banjar disebut Lunta. Para nelayan ini sebagian besar berasal dari Desa Keliling Benteng, Kecamatan Sungai Tabuk dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Martapura Barat,  Kabupaten Banjar.

BACA JUGA :   TURNAMEN ANTAR PELAJAR SARANA MENUJU KOMPETISI PROFESIONAL

Para nelayan tradisional ini berangkat pagi hari dari desa mereka dan ditarik perahu motor,hingga sampai Kampung Melayu dan Pekauman di Martapura.  Selanjutnya mereka mengikuti aliran atau arus Sungai Martapura sambil menangkap ikan dengan melemparkan jala secara bersamaan atau berjamaah.

Ahmad salah seorang nelayan tradisional mengatakan, hasil tangkapan ikan air tawar di Sungai Martapura semakin tahun semakin menurun. Namun, ia tidak mengetahui penyebab pastinya,dan hanya menduga kualitas air Sungai Martapura sudah semakin menurun dan bahkan sudah tercemar.

“Aktivitas penangkapan ikan dengan cara menyetrum dan penggunaan zat beracun menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah ikan dan udang,” ujarnya.

Menurutnya dulu ia dan para nelayan lainnya seringkali berhasil menangkap ikan sungai, seperti Pipih, Sanggang, Lampam, Tilan, Rio, bahkan Bakut, Baung, Udang Galah, Kalui dan lainnya. Tetapi sekarang ikan jenis air tawar tersebut sangat jarang berhasil tertangkap, bahkan Ikan Bakut hampir punah.

BACA JUGA :   Pasar Terapung Papan Riwayatnya Kini

Dengan minimnya hasil tangkapan tersebut jelas Ahmad sangat berdampak pada menurunnya pendapatan para nelayan tradisional yang menangkap ikan di Sungai Martapura.

“Kalau hanya mengandalkan dari menangkap ikan disini, kami tidak bisa bertahan hidup, dan untungnya kami juga bertani dengan menanam sayur dan bercocok tanam padi,” pungkasnya.

Editor   : Syach
Penulis : Syach

Most Popular

FPK Minta Menteri BUMN Erick Thohir Mundur

Banjarbaru – Forum Peduli Kalsel (FPK) meminta Menteri BUMN Erick Thohir yang merangkap Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid 19  mundur...

Calon Bupati Banjar H Rusli Mengundurkan Diri

Calon Bupati Banjar H Rusli bersama KH Muhammad Fadhlan Asy'ari atau Guru Fadhlan mantap maju sebagai Paslon Bupati Banjar, dan H Rusli rela dan...

Gakkumdu Banjar Dapatkan Pencerahan Penanganan Pidana Pemilu

Peserta rapat Koordinasi (Rakor) Gakkumdu Kabupaten Banjar mendapat pencerahan dalam menghadapi dugaan tindak pidana pemilu dari kalangan ahli dan akademisi hukum, Selasa (22/9/2020). Pada setiap...

Para Ulama Dukung Despianoor Di PN Kotabaru

Kotabaru : Walau sidang dilaksanakan secara daring terhadap terdakwa  Despianoor, tetapi para ulama dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan tetap berdatangan ke Pengadilan Negeri Kelas...

Recent Comments

sulingan city on Video porno atau filem porno