Kadishut Kalsel Ajak Mahasiswa Turun ke Lokasi Karhutla, Pastikan Penanganan di Lapangan Maksimal
KBK.News, BANJARMASIN — Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kalimantan Selatan Fathimatuzzahra, S.Hut., M.P. mengajak mahasiswa dan masyarakat melihat langsung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik rawan, Kamis (20/8/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan publik mengetahui bahwa instansi terkait terus bekerja melakukan pencegahan dan pemadaman di lapangan.
Ajakan itu disampaikan Fathimatuzzahra saat memberikan penjelasan terkait kondisi karhutla di Kalimantan Selatan. Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi karena kewenangan penanganannya berbeda antara kawasan hutan dan di luar kawasan.
“Karhutla itu bukan hanya hutan, tetapi juga lahan. Kewenangan berbeda, di dalam kawasan menjadi kewenangan Dinas Kehutanan, sedangkan di luar kawasan menjadi kewenangan BPBD,” ujarnya.
Fathimatuzzahra menyebut, dari luas kejadian karhutla yang diperkirakan mencapai sekitar 6.000 hektare, sekitar 95 persen berada di luar kawasan hutan, sementara sisanya terjadi di dalam kawasan.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan sejumlah lokasi yang dinilai rawan karhutla, di antaranya Pengayuan, Guntung Damar yang masuk ring satu, serta Sampang Lianganggang
Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang. Pemerintah membangun sekat bakar dan melakukan penyekatan di sekitar kawasan hutan lindung dengan melibatkan sejumlah instansi.
“Di sekeliling area hutan lindung kita lakukan penyekatan dengan alat berat, kemudian dialiri air dari irigasi Golf.” jelasnya.
Menurutnya, kapasitas saluran air menuju kawasan tersebut juga telah ditingkatkan. Jika sebelumnya menggunakan pipa berukuran sekitar dua inci, kini telah ditingkatkan menjadi enam inci.
Dengan peningkatan tersebut, distribusi air yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga sekitar tiga bulan kini dapat mengalir dalam waktu sekitar lima hari.
“Jadi sekeliling hutan lindung itu sudah teraliri air. Kalau teman-teman ingin melihat, saya bawa,” tegasnya.
Libatkan Perusahaan untuk Perkuat Pemadaman
Selain mengandalkan pemerintah dan masyarakat, penanganan karhutla juga melibatkan pihak ketiga, termasuk perusahaan pertambangan dan perkebunan.
Fathimatuzzahra mengatakan, berdasarkan arahan pemerintah, perusahaan dilibatkan secara bergantian untuk membantu kegiatan pemadaman selama periode penanganan karhutla.
“Mulai hari ini selama 10 hari ke depan pihak ketiga, baik perusahaan pertambangan maupun perusahaan perkebunan, secara bergantian membantu kita untuk pemadaman,” katanya.
Keterlibatan perusahaan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat eskalasi karhutla. Apabila kondisi semakin meningkat, jumlah perusahaan yang dilibatkan akan ditambah. Sebaliknya, ketika eskalasi menurun, keterlibatan akan dikurangi.
MPA Diperkuat di Tingkat Desa
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa. Fathimatuzzahra menyebut keberadaan MPA menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla berbasis masyarakat.
MPA difasilitasi melalui pemegang izin usaha, termasuk dukungan rehabilitasi daerah aliran sungai (rehabdas), pemberian insentif serta sarana dan prasarana pemadaman.
“Di setiap desa ada MPA. Mereka diberi alat-alat dan sarana prasarana untuk pemadaman sehingga masyarakat merasa memiliki dan ikut menjaga wilayahnya,” ujarnya.
Fathimatuzzahra menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi persoalan karhutla yang kembali terjadi di Kalsel.
“Kalau teman-teman mengira bahwa kami membiarkan, tidak. Karena semua mengalami hal yang sama. Saya pikir tahun ini kita lebih siap dalam menangani ini,” tegasnya.
Ia juga menyebut kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla tahun ini. Menurutnya, fenomena El Nino diperkirakan datang lebih awal sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, kondisi kebakaran yang berada di sekitar kawasan strategis seperti Bandara juga menjadi perhatian serius. Fathimatuzzahra mengungkapkan, pada hari yang sama petugas melakukan pemadaman dan penyekatan di area yang mendekati kawasan hutan lindung dan Bandara.
“Kurang lebih seratus meter lagi api sudah mulai memasuki hutan lindung dan itu akan sangat berimbas pada penerbangan kita,” ujarnya.
Karena itu, Fathimatuzzahra kembali membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat langsung kondisi lapangan. Ia bahkan menawarkan untuk membawa mahasiswa ke lokasi agar dapat menyaksikan sendiri proses pencegahan, penyekatan, pengaliran air hingga pemadaman karhutla yang dilakukan sejumlah instansi.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kepercayaan publik sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai kerja pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. (Masruni)
















