KBK.NEWS TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) kembali menagih kepastian pencairan sisa komitmen anggaran pusat sebesar Rp100 miliar untuk merampungkan pembangunan jembatan konektivitas perbatasan Malinau–Krayan.

Dari total komitmen Rp150 miliar yang dijanjikan pemerintah pusat, baru Rp50 miliar yang terealisasi. Pemprov Kaltara kini bergerak cepat mengawal sisa anggaran tersebut ke Menteri Keuangan yang baru dilantik, Suahasil Nazara.

​Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menegaskan pergantian pimpinan di Kementerian Keuangan tidak akan menyurutkan langkah pemda dalam mengawal hak anggaran kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

​“Bantuan jembatan perbatasan baru dikucurkan Rp50 miliar, masih tersisa Rp100 miliar. Kami akan sampaikan kembali komitmen ini kepada Pak Suahasil Nazara,” tegas Zainal.

BACA JUGA :  Camat Dan Lurah Di Kota Palangka Raya Diminta Aktif Bantu Korban Banjir

​Zainal menjelaskan, dana Rp100 miliar tersebut sangat mendesak untuk memperbaiki jembatan rusak parah serta membangun titik-titik baru yang belum tersambung. Prioritas utama alokasi anggaran ini difokuskan pada penyelesaian Jembatan Binuang yang menjadi urat nadi jalur darat Malinau–Krayan.

​Penuntasan akses transportasi perbatasan ini dinilai vital untuk melepaskan ketergantungan pasokan logistik masyarakat lokal dari negara tetangga.

​“Ini penting agar koneksi Malinau–Krayan terbuka penuh dan masyarakat tidak lagi bergantung pada negara tetangga. Kita ingin menghapus kiasan ‘Garuda di Dadaku, Malaysia di Perutku’ di wilayah perbatasan,” pungkasnya.