KBK.News, BANJARMASIN– Kasus tewasnya seorang buruh berinisial MG (33) yang ditemukan bersimbah darah di Pekapuran Raya Gang Seroja, Banjarmasin Timur, Senin (17/3/2026) dini hari, kini memasuki tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Korban yang diketahui merupakan warga Jalan Pekapuran Raya Gang Binjai itu sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuh.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan medis.

Meski sempat mendapatkan perawatan dari tim medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka yang cukup parah hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Morris Widhi Harto mengatakan, pihaknya telah mengamankan dua orang yakni HA (32) dan AZ (21) untuk dimintai keterangan terkait peristiwa berdarah tersebut.

“Benar, telah terjadi perkelahian yang mengakibatkan korban MG meninggal dunia.

Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait motif kejadian tersebut,” ujar Morris.

Ia menambahkan, kedua warga Pekapuran tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan guna mengetahui peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.

“Untuk sementara ada dua orang yang kami amankan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam (sajam) yang diduga digunakan dalam perkelahian tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut bermula saat terjadi perkelahian satu lawan satu antara korban dan pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).

Saat kejadian, saksi bernama Iriani (36) sempat meninggalkan lokasi karena merasa takut.

BACA JUGA :  Pegawai Karaoke AW99 Banjarbaru Tewas Dibunuh, Mantan Rekan Kerja jadi Pelaku

Menurut keterangan terduga pelaku HA, saat itu korban diduga datang ke rumah mertuanya dan menggedor pintu rumah.

HA yang mengetahui hal tersebut kemudian mendatangi lokasi dan melihat korban berada di sekitar rumah mertuanya.

Pelaku kemudian membacok korban menggunakan parang hingga mengenai tubuh korban.

Korban sempat berlari sebelum akhirnya terjatuh dan terkapar akibat luka yang dideritanya.

Setelah korban terkapar, terduga pelaku lainnya AZ bersama beberapa rekannya datang dan kembali memukul korban menggunakan balok kayu.

Usai kejadian tersebut, korban kemudian dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Namun setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka robek di sejumlah bagian tubuh, di antaranya di bagian ubun-ubun kepala, telinga kiri tembus kepala, dahi sebelah kanan, ulu hati, punggung kiri dan kanan, siku tangan kiri, pergelangan tangan kiri, siku tangan kanan, betis kiri, pergelangan kaki kiri, paha kanan, tulang kering kaki kanan, telapak kaki kanan hingga bagian pantat kanan.

Secara keseluruhan korban mengalami sebanyak 17 luka robek di tubuhnya.

Untuk sementara terduga dua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Banjarmasin Timur guna proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kejadian tersebut bermula karena sebelumnya korban diduga beberapa kali melakukan pencurian di tempat jaga malam milik pelaku AZ.

Selain itu korban juga datang ke rumah mertua pelaku dan menggedor pintu rumah,” pungkas Morris.