Kelas Parenting dan Demo Masak di Gudang Hirang, Dorong Orang Tua Cegah Stunting Sejak Dini
KBK.News, MARTAPURA — Upaya pencegahan stunting terus digencarkan di tingkat desa. Pemerintah Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, menggelar Kelas Parenting yang dirangkai dengan kegiatan edukasi dan demo masak sebagai bagian dari penguatan peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di depan Kantor Desa Gudang Hirang. Suasana kegiatan berlangsung cukup meriah dengan diikuti para orang tua dan anak-anak.
Kegiatan ini mengangkat tema “Konvergensi Pencegahan Stunting Kelas Parenting Usia 2–6 Tahun Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Tahun Anggaran 2026.” Pesan tersebut juga terpampang pada banner kegiatan yang menjadi bagian dari program pencegahan stunting di Desa Gudang Hirang.
Kasi Pemerintahan Desa Gudang Hirang, Istiqamah, mengatakan kelas parenting menjadi wadah penting untuk memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, terutama orang tua yang sehari-hari mendampingi anak.
“Melalui kelas parenting ini, kami ingin orang tua mendapatkan pengetahuan dan pemahaman bagaimana memberikan pola asuh yang baik serta memenuhi kebutuhan gizi anak. Pencegahan stunting harus dilakukan bersama-sama dan dimulai dari keluarga,” ujar Istiqamah.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para orang tua untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengasuhan anak. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang mudah dipahami sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kelas parenting, Pemerintah Desa Gudang Hirang sebelumnya juga melaksanakan Kelas Ibu Hamil (Bumil) yang dirangkai dengan demo masak pada 21 Agustus 2026.
Kegiatan untuk ibu hamil tersebut menjadi bagian dari rangkaian upaya pencegahan stunting sejak periode kehamilan. Edukasi mengenai pemenuhan gizi ibu hamil dinilai penting karena kesehatan dan asupan gizi selama kehamilan turut menentukan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
Istiqamah menyebut rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan.
“Jadi bukan hanya setelah anak lahir, tetapi sejak ibu hamil juga sudah kita berikan edukasi. Kemudian dilanjutkan dengan perhatian terhadap anak usia 2 sampai 6 tahun melalui kelas parenting. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh bisa diterapkan oleh keluarga di rumah,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi kunci agar berbagai program pencegahan stunting tidak berhenti sebatas kegiatan di desa. Pengetahuan mengenai makanan bergizi, pola asuh, kebersihan, serta pemantauan tumbuh kembang diharapkan dapat menjadi kebiasaan dalam keluarga.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Gudang Hirang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh semakin meningkat.
“Harapan kami tentu anak-anak di Desa Gudang Hirang dapat tumbuh sehat, aktif dan memiliki tumbuh kembang yang optimal. Untuk mewujudkannya, peran orang tua sangat besar,” pungkas Istiqamah.
