Kantor Berita Kalimantan
Home ยป Kepedulian Terhadap Peninggalan Sejarah Di Kalsel Masih Rendah
UMUM

Kepedulian Terhadap Peninggalan Sejarah Di Kalsel Masih Rendah

Martapura – Rendahnya Kepedulian terhadap peninggalan sejarah yang ada di daerah dan kurangnya tenaga ahli peneliti sejarah atau arkeologi mengakibatkan banyak situs serta Peninggalan yang bersejarah tidak terpelihara dan sebagian diantaranya terancam punah.

.
” Balai arkeologi Banjarmasin yang berada di Kota Banjarbaru hanya memiliki 12 orang peneliti arkeologi yang melayani seluruh penelitian sejarah atau arkeologi di lima provinsi di Pulau Kalimantan, Jumlah peneliti ini terbilang sedikit mengingat luasnya sebaran daerah yang menjadi pusat penelitian Balai Arkeologi Banjarmasin,” kata Peneliti Madya Balai Arkeologi Banjarmasin Sunar Ningsih disela melakukan penggalian tanah disekitar bekas reruntuhan bangunan peninggalan penjajahan Belanda di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar . 
Sunar Ningsih juga menyatakan tidak semua masyarakat atau pemerintah daerah peduli dengan peninggalan sejarah yang ada didaerahnya dan itu terlihat dengan ditemukannya peninggalan sejarah yang rusak atau musnah akibat tidak mendapat perhatian . Sunar ningsih menegaskan biasanya balai arkeologi banjarmasin diminta dinas kebudayaan parawisata dan pemuda olahraga dalam melakukan penelitian Arkeologi, seperti saat ini diminta Dinas Kebudayaan Parawisata Dan Olahraga Kabupaten Banjar .
Menurut Peneliti Madya ini, sekarang Balai Arkeologi Banjarmasin sedang melakukan penelitian di beberapa titik di kabupaten banjar yang diduga punya nilai sejarah perkembangan masyarakat banjar sejak zaman kerajaan Banjar hingga masa Penjajahan Belanda.

BACA :   GERAKAN PENGHIJAUAN DI KABUPATEN BANJAR

Leave a Comment

KANTOR BERITA KALIMANTAN
KBK - Kantor Berita Kalimantan Info Khas Kalimantan
error: Content is protected !!