KBK.NEWS JAKARTA – Kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi berakhir.

​Syuriyah PBNU, pimpinan tertinggi organisasi, secara resmi memecat Gus Yahya per Rabu (26/11/2025) dini hari. Pemberhentian ini diumumkan melalui Surat Edaran PBNU yang diteken oleh Wakil Rais Aam Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir.

​Pemecatan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU 20 November 2025 yang sebelumnya mendesak Gus Yahya mundur.

Pemicu Utama: Kontroversi Jaringan Zionisme

​Penyebab utama munculnya desakan ini adalah kehadiran narasumber yang berafiliasi dengan jaringan zionisme internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU). Syuriyah menilai tindakan ini melanggar nilai-nilai fundamental NU dan bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi.

BACA JUGA :  Sidang DKPP Pecat Anggota KPU Banjar Abdul Karim Omar

​Sebelum dipecat, Gus Yahya sempat menolak untuk mundur, berpegang pada amanat Muktamar selama lima tahun.

Konsekuensi dan Langkah Selanjutnya

  • ​Status: Gus Yahya tidak lagi berwenang menggunakan atribut dan bertindak atas nama PBNU.
  • ​Kepemimpinan: Selama masa kekosongan, kepemimpinan PBNU dipegang sepenuhnya oleh Rais Aam (Pimpinan Tertinggi NU).
  • ​Tindak Lanjut: Syuriyah NU menyerukan segera digelarnya Rapat Pleno.