KBK.NEWS KATHMANDU –Kondisi Nepal saat ini (Januari 2026) jelang pemiku yang kini sedang berada dalam fase transisi politik yang krusial setelah gelombang unjuk rasa besar yang dipelopori oleh Generasi Z pada September 2025 lalu.

​Berikut adalah rangkuman kondisi terkini di Nepal:

​1. Situasi Politik: Pemerintahan Sementara

​Setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mundur akibat tekanan massa, Nepal kini dipimpin oleh pemerintahan sementara yang dikepalai oleh mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki.

  • Fokus Utama: Tugas utama pemerintah saat ini adalah mempersiapkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang dijadwalkan pada 5 Maret 2026.
  • Munculnya Partai Baru: Protes tersebut memicu gairah politik baru. Dilaporkan ada puluhan partai politik baru (sebagian besar digerakkan oleh anak muda) yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum untuk menantang dominasi partai-partai tradisional.

​2. Kondisi Keamanan dan Sosial

​Secara umum, situasi keamanan di ibu kota Kathmandu sudah jauh lebih tenang dibandingkan kerusuhan berdarah pada September lalu, namun ketegangan masih terasa di bawah permukaan.

  • Pemulihan Pasca-Kerusuhan: Banyak fasilitas publik dan rumah pejabat yang rusak saat aksi sedang dalam proses perbaikan.
  • Isu Narapidana: Masih ada kekhawatiran terkait ribuan narapidana yang melarikan diri dari penjara di tengah kekacauan unjuk rasa tahun lalu yang belum sepenuhnya tertangkap kembali.
  • Tuntutan Keadilan: Kelompok aktivis hak asasi manusia terus mendesak penyelidikan atas penggunaan kekerasan oleh aparat yang menyebabkan puluhan korban jiwa selama unjuk rasa.
BACA JUGA :  Menteri Keuangan Nepal Dikejar dan Ditelanjangi Massa, Krisis Politik Memuncak

​3. Dampak Ekonomi

​Ekonomi Nepal mengalami pukulan cukup berat akibat instabilitas tersebut.

  • Pertumbuhan Melambat: World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Nepal melambat menjadi sekitar 2,1% untuk tahun fiskal 2026, turun drastis dari proyeksi sebelumnya.
  • Sektor Pariwisata: Meskipun sempat terganggu, pemerintah sedang berusaha keras memulihkan citra pariwisata guna menarik kembali kunjungan internasional yang menjadi tulang punggung ekonomi.

​4. Akar Masalah yang Masih Mengganjal

​Meskipun pemerintahan telah berganti, sebagian demonstran merasa bahwa perubahan nyata belum sepenuhnya terjadi. Masalah mendasar seperti korupsi yang sistemik, pengangguran tinggi, dan keinginan akan transparansi masih menjadi api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa memicu aksi baru jika pemerintah sementara gagal memenuhi janji reformasi.

Dalam konferensi pers Desember 2025 terkait persiapan Pemilu PM Nepal Sushila Karki mengatakan, ia tidak memihak partai manapun, ia bersikap sebagai wasit yang adil. 

​”Pemerintah ini tidak memihak partai mana pun. Tugas kami adalah menjadi wasit yang adil. Jika ada pejabat negara yang mencoba menggunakan fasilitas publik untuk kampanye partai tertentu, mereka akan menghadapi konsekuensi hukum saat itu juga.” ungkap Perdana Menteri Nepal sementara ini.