Kontrak Diteken! Jembatan Penghubung Tanah Bumbu–Kotabaru Segera Dibangun
KBK.News, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi mengawali langkah besar pembangunan Jembatan Pulau Laut—proyek ambisius yang digadang-gadang bakal mengubah wajah konektivitas di “Bumi Lambung Mangkurat”, Selasa (31/3/2026).
Penandatanganan kontrak kerja menjadi penanda dimulainya proyek strategis tersebut. Momen ini dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, bersama pihak kontraktor, dan disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Ketua DPRD Kalsel H. Supian HK, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, serta Bupati Tanah Bumbu dan Bupati Kotabaru.

Jembatan yang akan menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru ini dirancang dengan skema tahun jamak (multiyears) selama periode 2026 hingga 2028. Nilai anggaran yang digelontorkan pun tidak main-main, mencapai Rp750 miliar per tahun. Dari jumlah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel menyumbang Rp550 miliar, sementara masing-masing pemerintah kabupaten, yakni Tanah Bumbu dan Kotabaru, berkontribusi Rp100 miliar.
Tak hanya itu, proyek ini juga mendapat dukungan besar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan total anggaran sekitar Rp3 triliun yang dialokasikan hingga 2028.
Gubernur Kalsel H. Muhidin menegaskan bahwa penandatanganan kontrak ini bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal dimulainya pekerjaan secara nyata di lapangan.
“Kontrak sudah diteken, artinya kontraktor harus siap bekerja. Jangan sampai ada keterlambatan,” tegas Muhidin di aula Kantor Dinas PUPR Kalsel, Banjarbaru, Senin (30/3/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya profesionalitas kontraktor, mulai dari kesiapan alat, sumber daya manusia, hingga manajemen proyek yang matang agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.
“Perlengkapan harus lengkap dan pekerjaan harus tepat waktu. Tidak ada alasan untuk terlambat,” ujarnya.
Selain itu, Muhidin berharap penyerapan anggaran bisa lebih optimal sejak awal tahun. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, realisasi anggaran sering kali rendah pada tahap awal pelaksanaan proyek.
“Dengan tender dan kontrak lebih awal, kita harapkan penyerapan anggaran bisa maksimal,” tambahnya.
Pembangunan Jembatan Pulau Laut diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan. Kehadirannya tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi barang dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Jika rampung sesuai target, jembatan ini berpotensi menjadi urat nadi baru perekonomian di kawasan pesisir selatan Kalimantan. (MC Kalsel)
