KBK.News, MARTAPURA – Kontraktor Pelaksana Lapangan proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura ungkapkan faktor cuaca menjadi alasan keterlambatan pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Tomy Hermawan, selaku Kontraktor Pelaksana Lapangan CV. Gajah Mada. Ia mengatakan lokasi proyek yang terbuka mengakibatkan pengecoran tertunda karena cuaca yang sering hujan.

“Keterlambatan ini salah satunya adalah karena faktor cuaca yang kurang memadai, karena kita disini banyak melakukan pengerjaan pengecoran sehingga kalau hujan sulit untuk kami melakukan pekerjaan,” ujar Tomy kepada KBK.News, Senin (19/1/2026) sore.

Tomy juga mengungkapkan pihaknya tetap nekat mengambil pekerjaan tersebut dengan waktu pengerjaan yang mepet, yakni selama 120 hari saja, namun saat terjadi keterlambatan ia mengaku tidak bisa menghindari kendala karena faktor cuaca.

BACA JUGA :  Haul ke-19 Guru Sekumpul Dihadiri Lebih Dari 3,3 Juta Jemaah

Untuk pengerjaan lainnya, seperti pengadaan barang dan lain-lain, lanjut Tomy, ia mengakui semuanya aman aman saja tidak ada masalah.

“Untuk kapan selesainya, tergantung kondisi dilapangan. Kita akan usahakan secepatnya karena saat ini sisa finishing saja lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS). Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar kini tengah menjadi sorotan tajam setelah proyek senilai lebih dari Rp8 miliar tersebut gagal rampung tepat waktu.

​Dugaan ketidakprofesionalan mencuat dalam proses penentuan pemenang lelang. Meski berada di peringkat kelima dalam proses tender, CV Gajah Mada justru keluar sebagai pemenang. Ketidakmampuan kontraktor ini terbukti dengan terbengkalainya pekerjaan hingga melewati batas waktu kalender kerja yang telah disepakati.