Lingsir Wengi – Motel Malioboro Bukan Sekadar Horor, Ada Pesan di Balik Teror
BANJARMASIN, KBK.NEWS – Film horor Indonesia Lingsir Wengi: Motel Malioboro resmi dijadwalkan tayang di bioskop mulai 22 Oktober 2026. Film produksi LAB Pictures yang disutradarai Adhe Dharmastriya ini memadukan misteri, teror, dan kritik terhadap ambisi anak muda dalam mengejar popularitas melalui konten media sosial.
Cerita berpusat pada Putik (Ochi Rosdiana), Ryan (Jeff Smith), Anggie (Yessica Tamara), Aro (Alif Rivelino), dan Dita (Chelcy Clarissa), yang berusaha meningkatkan popularitas kanal YouTube DuniaHorror62 melalui konten bertema horor.
Demi mendapatkan materi yang menarik dan menambah pengikut, mereka mendatangi sebuah motel tua di kawasan Malioboro. Meski telah diperingatkan, mereka tetap nekat memasuki kamar terlarang yang menyimpan misteri kematian seorang perempuan.
Situasi berubah mencekam setelah mereka menemukan alat perekam berisi lagu Lingsir Wengi. Sejak rekaman tersebut diputar, berbagai kejadian menyeramkan mulai menghantui mereka. Putik kemudian menyadari bahwa teror tersebut berkaitan dengan sosok misterius yang menyimpan kemarahan dan dendam.
Di tengah teror yang semakin intens, mereka harus berusaha menyelamatkan diri sekaligus mengungkap rahasia di balik kamar terlarang tersebut.
Sebagai penonton di XXI Duta Mall Banjarmasin, Masruni menilai film ini tidak hanya menyuguhkan ketegangan melalui cerita misteri dan adegan horor, tetapi juga membawa pesan tentang risiko mengejar popularitas tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.
“Setelah menonton, saya memaknai film ini bukan sekadar tontonan horor. Ada pesan tentang bagaimana keinginan mengejar popularitas dan jumlah pengikut di media sosial bisa membuat seseorang mengabaikan batasan dan keselamatan. Film ini juga menghadirkan jumpscare yang membuat suasana menonton semakin menegangkan,” ujar Masruni.
Menurutnya, film ini dapat menjadi bahan refleksi bagi generasi muda agar lebih bijak dalam membuat konten. Keinginan mendapatkan perhatian publik seharusnya tidak membuat seseorang mengabaikan risiko demi mengejar jumlah penonton atau pengikut.
Melalui perpaduan horor, misteri, dan konflik persahabatan, Lingsir Wengi: Motel Malioboro menawarkan pengalaman menonton yang menegangkan sekaligus mengajak penonton memikirkan konsekuensi dari ambisi mengejar popularitas di era media sosial.
