
KBK.News, BANJARBARU – Gelombang tuntutan keadilan untuk Juwita, jurnalis yang menjadi korban pembunuhan, terus menguat. Hari ini, ratusan orang dari berbagai organisasi berkumpul di Tugu Nol Kilometer Banjarbaru dalam aksi simbolik bertajuk “Justice For Juwita”, Kamis (3/4/2025).
Koordinator aksi, Suroto, mengungkapkan bahwa jumlah massa yang hadir diperkirakan mencapai 150 orang dan terus bertambah seiring dengan bergabungnya mahasiswa serta pemerhati kebebasan pers.
“Data yang masuk ke kami sekitar 150 orang, dan jumlah ini kemungkinan akan bertambah. Banyak organisasi mahasiswa serta pemerhati kasus ini yang turut serta,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dalam aksi ini, para peserta mendesak agar proses hukum terhadap tersangka, Jumran, anggota TNI AL Balikpapan, dilakukan secara terbuka.
“Kami ingin pengadilan terbuka untuk kasus ini. Dari bukti dan fakta yang kami kumpulkan, ada indikasi bahwa ini bukan sekadar kasus pembunuhan biasa,” tegas Suroto.
Selain itu, ia menegaskan bahwa aksi ini tidak akan berhenti pada hari ini saja. Gerakan lanjutan sudah direncanakan dan akan terus berlanjut hingga tuntutan keadilan terpenuhi.
“Setelah aksi hari ini, kami akan mengevaluasi dan menyusun konsep aksi lanjutan. Ini bukan aksi terakhir,” jelasnya.
Ketika ditanya mengapa aksi ini tidak dilakukan langsung di Denpom AL Banjarmasin, tempat tersangka ditahan, Suroto mengungkapkan bahwa opsi tersebut masih terbuka.
“Kemungkinan aksi di Denpom AL tetap ada, terutama jika dalam proses penanganan kasus ini ditemukan kejanggalan,” ujarnya.
Dengan semakin besarnya tekanan publik, harapan agar kasus ini mendapat transparansi penuh pun semakin menguat. Aksi Justice For Juwita menjadi simbol perlawanan terhadap impunitas dan seruan agar kebebasan pers tetap dijaga.