KBK.News BANJARMASIN – Lembaga Studi Visi Nusantara (LS VINUS) memulai rangkaian evaluasi terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman. Evaluasi ini akan dilakukan melalui survei kepuasan masyarakat, pemetaan isu-isu prioritas daerah, serta diskusi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Selasa (3/2/2026).

LS VINUS menilai tahun pertama pemerintahan merupakan periode paling krusial dalam menentukan arah kebijakan dan konsistensi realisasi janji kampanye. Pada fase ini pula masyarakat mulai merasakan secara langsung dampak kebijakan pemerintah daerah terhadap kehidupan sehari-hari.

Koordinator Nasional LS VINUS, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa evaluasi satu tahun kepemimpinan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari mekanisme kontrol publik yang sehat.

“Setelah satu tahun berjalan, publik berhak mengetahui sejauh mana pemerintah daerah bekerja. Apa saja yang sudah berjalan baik, mana yang melambat, dan persoalan apa yang masih tersendat di lapangan,” ujar Arifin.

BACA JUGA :  LS VINUS Ucapkan Selamat kepada Lisa–Wartono: Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Banjarbaru

Survei kepuasan masyarakat yang tengah disiapkan LS VINUS akan menyoroti sejumlah sektor strategis, di antaranya kualitas layanan publik, isu lingkungan hidup, stabilitas harga kebutuhan pokok, penyerapan program bantuan sosial, respons pemerintah terhadap keluhan warga, serta persepsi publik terkait integritas dan transparansi pemerintahan.

Selain survei, LS VINUS juga akan menggelar forum diskusi publik guna menghimpun pandangan yang lebih komprehensif. Diskusi ini akan melibatkan akademisi, pegiat kebijakan publik, komunitas pemuda, hingga kelompok masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Arifin berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan refleksi sekaligus masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.

“Tidak ada pemerintahan yang sempurna. Yang terpenting adalah keterbukaan membaca data dan kesediaan untuk melakukan perbaikan atas kekurangan yang ada,” pungkasnya. (Masruni)