M Ali Syahbana Beri Dukungan untuk Naufal, Minta Evaluasi Verifikasi O2SN agar Atlet Tak Dirugikan
KBK.News, MARTAPURA – Polemik diskualifikasi atlet bulutangkis SD asal Kabupaten Banjar, Muhammad Naufal Razqa Prayuda, pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan terus menuai perhatian. Setelah sebelumnya mendapat sorotan dari berbagai pihak, kini dukungan datang dari Anggota DPRD Kabupaten Banjar sekaligus pemerhati pendidikan Kalimantan Selatan, M Ali Syahbana, Kamis (30/7/2026).
Ali menyampaikan rasa bangga atas perjuangan yang ditunjukkan Naufal selama bertanding. Menurutnya, hasil di lapangan telah membuktikan kemampuan dan potensi besar yang dimiliki atlet muda tersebut.
“Saya secara pribadi ingin menyampaikan rasa bangga dan dukungan moral penuh kepada Ananda Muhammad Naufal Razqa Prayuda. Perjuangan dan sportivitas yang ditunjukkan Naufal di lapangan pada ajang O2SN Kalsel adalah bukti nyata potensi besarnya sebagai calon atlet masa depan,” ujarnya.
Meski menghormati aturan yang berlaku dalam penyelenggaraan O2SN, Ali menilai proses verifikasi administrasi seharusnya dilakukan lebih cermat sejak awal. Ia berharap tidak ada lagi atlet yang harus menerima konsekuensi setelah menyelesaikan seluruh pertandingan.
“Kita tentu menghormati regulasi keolahragaan. Namun, kita berharap panitia penyelenggara dapat lebih bijak, cermat, dan tepat dalam menerapkan aturan, terutama dalam aspek verifikasi awal agar tidak ada atlet muda yang dirugikan setelah berjuang di lapangan,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Naufal yang sempat tampil sebagai wakil Kabupaten Banjar pada cabang bulutangkis O2SN SD tingkat Provinsi Kalimantan Selatan akhirnya didiskualifikasi. Panitia membatalkan hasil pertandingan setelah diketahui yang bersangkutan pernah meraih prestasi pada kejuaraan tingkat nasional, sehingga dinilai tidak memenuhi persyaratan peserta O2SN. Keputusan tersebut memicu kekecewaan dari keluarga karena mereka mengaku tidak pernah mendapat informasi mengenai ketentuan tersebut sejak proses seleksi awal.
Ali menegaskan, yang terpenting saat ini adalah menjaga semangat dan mental atlet agar tidak patah hanya karena persoalan administrasi.
“Di atas segalanya, mental dan semangat juang sang anak adalah yang paling utama untuk kita jaga bersama.”
Ia pun memberikan pesan khusus kepada Naufal agar tetap percaya diri dan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Untuk Naufal, jangan pernah berkecil hati. Kemampuan dan kerja keras sudah terbukti di lapangan. Ini barulah awal dari perjalanan panjangmu. Tetap semangat,” pungkasnya.
