KBK.News, BANJARMASIN– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mencekam warga Kota Banjarmasin.

Hanya berselang beberapa jam setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninggalkan Kalimantan Selatan, kobaran api dilaporkan mendekati area perumahan di Jl. Tembikar Kanan, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kamis (10/9/2026) malam sekitar pukul 21.25 Wita.

Situasi mencekam tersebut terekam dalam unggahan akun media sosial Banuafyp. Dalam video tersebut, langit malam memerah akibat jilatan api yang membesar di balik permukiman warga. Warga terlihat berkumpul di jalan setapak menyaksikan api yang terus membesar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait luas lahan yang terbakar maupun korban

Petugas gabungan BPBD, Damkar dan relawan dilaporkan sudah berada di lokasi untuk melakukan pembasahan.

Wapres Gibran Sore Tadi Tinjau Titik Api di Guntung Damar

Kebakaran di Pemurus Dalam ini terjadi hanya beberapa jam setelah kunjungan kerja Wapres Gibran di Banjarbaru.

Sebelumnya pada Kamis (10/9) sore, Wapres Gibran meninjau kesiapan layanan kesehatan dalam menghadapi dampak karhutla di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru.

Fokus utama kunjungan tersebut adalah penanganan dampak kesehatan masyarakat, khususnya ancaman ISPA akibat karhutla. Wapres juga mengevaluasi titik api di Posko Karhutla Guntung Damar, Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.

BACA JUGA :  Info Karhutla Terbaru Terjadi di Desa Penggalaman Martapura Barat

“Jangan sampai nanti ke depan kasus-kasus di sekolah, terutama untuk anak-anak, untuk ISPA jangan sampai meningkat,” ujar Wapres Gibran saat itu.

Kalsel Darurat Karhutla, Banjarbaru Terbanyak

Banjarmasin Selatan memang menjadi wilayah yang rawan rembetan api dari kawasan gambut perbatasan Banjarmasin-Banjarbaru.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, total luas area yang terbakar akibat karhutla hingga tanggal 1 September 2026 adalah 12.339,74 hektare, dengan Kota Banjarbaru menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak.

Sementara itu, pemantauan hingga Jumat (8/9) mencatat petugas gabungan menanggulangi luas karhutla mencapai 2.695 hektare yang tersebar di 13 kabupaten dan kota dengan 16.220 titik api di seluruh Kalsel.

BPBD mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat titik api di dekat permukiman, mengingat angin kencang pada malam hari dapat dengan cepat membawa api ke kawasan padat penduduk seperti di Pemurus Dalam.