​KBK.NEWS BANJARMASIN – Ketua Wilayah Gerakan Jalan Lurus Kalimantan Selatan, Anang Rosadi, menyampaikan kritik tajam sekaligus rasa prihatin mendalam terhadap kualitas layanan kesehatan di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Hal ini dipicu oleh temuan adanya pasien yang harus menunggu hingga lima bulan hanya untuk mendapatkan layanan pemeriksaan CT Scan.

Menurut Anang, penanganan medis yang lamban seperti itu bukannya menyembuhkan pasien, melainkan justru menambah beban psikologis serta memperburuk kondisi penyakit yang diderita.

​Anang menegaskan bahwa kejadian semacam ini bukan pertama kalinya terjadi, melainkan sudah menjadi persoalan yang berulang. Ia menuntut pihak rumah sakit untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik mengenai kendala utama yang dihadapi, apakah terletak pada keterbatasan alat medis, kekurangan tenaga dokter, atau masalah sumber daya tenaga kesehatan lainnya. Ia mengingatkan agar institusi kesehatan tidak memperlakukan rakyat secara semena-mena, mengingat operasional mereka dibiayai oleh pajak dari masyarakat.

​Lebih lanjut, Anang menyoroti ketimpangan prioritas anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Ia menilai pemerintah dan dewan seolah menutup mata dengan merencanakan proyek-proyek fisik yang menelan biaya fantastis, seperti pembangunan stadion senilai 1 triliun rupiah dan rumah dinas sebesar 120 miliar rupiah. Belum lagi besarnya anggaran untuk perjalanan dinas serta acara seremonial lainnya yang dianggap tidak menyentuh kebutuhan dasar rakyat.

BACA JUGA :  Aktivis Desak DPRD Kalsel Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Gubernur Kalsel Muhidin

​Menurutnya, anggaran-anggaran tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk membenahi fasilitas rumah sakit dan sistem kesehatan secara menyeluruh. Ia mengkritik keras gaya kepemimpinan yang lebih mengutamakan kemegahan bangunan fisik namun membiarkan kualitas pelayanan di dalamnya keropos. Penanganan kesehatan seharusnya mencakup aspek pencegahan yang komprehensif sehingga derajat kesehatan masyarakat meningkat dan ketergantungan pada impor obat-obatan dapat berkurang.

​Sebagai penutup, Anang memberikan peringatan keras kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan anggota Dewan agar tidak bermain-main dengan amanah jabatan. Ia menekankan bahwa penderitaan rakyat dapat berbuah doa buruk dan sumpah serapah yang bisa berdampak pada para pemegang kebijakan. Oleh karena itu, ia mendesak pihak legislatif untuk segera melakukan introspeksi diri sebagai wakil rakyat dan segera melaksanakan audit investigasi menyeluruh terhadap manajemen serta operasional Rumah Sakit Ulin.