KBK.News, BANJARBARU – Warga Banjarbaru bersiap menikmati suasana Car Free Day (CFD) dengan wajah baru. Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Perhubungan resmi memindahkan lokasi kegiatan rutin tersebut dari Lapangan dr Murdjani ke sepanjang Jalan Panglima Batur, mulai 12 April 2026.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Banjarbaru Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Pemindahan lokasi ini disebut sebagai langkah strategis untuk menghadirkan ruang publik yang lebih optimal dan nyaman bagi masyarakat.

Pada lokasi baru, CFD akan digelar setiap hari Minggu, mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WITA. Kawasan Jalan Panglima Batur, dari Bundaran Amaco hingga Bundaran STM, akan disterilkan dari kendaraan bermotor selama kegiatan berlangsung.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pemindahan lokasi, melainkan upaya meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus mendorong gaya hidup sehat.

“CFD menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga, bersepeda, hingga berkumpul bersama keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga mampu menekan polusi udara dan memperkuat interaksi sosial,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

BACA JUGA :  Didiskualifikasi Pada Pilkada Banjarbaru 2024, Aditya Mufti Ariffin Terima Keputusan KPU

Tak hanya itu, kehadiran CFD di lokasi baru juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berjualan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan estetika kota.

“Pelaku UMKM diperbolehkan berjualan di halaman rumah atau toko dengan izin pemilik. Namun, kebersihan dan kerapian harus tetap dijaga agar suasana CFD tetap nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas selama pelaksanaan CFD, terutama terkait perubahan arus lalu lintas di sekitar Jalan Panglima Batur. Pengguna jalan diminta menggunakan rute alternatif guna menghindari kepadatan.

Pemerintah Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyebarluaskan informasi ini melalui berbagai saluran komunikasi, seperti media sosial dan grup WhatsApp, agar perubahan lokasi CFD dapat diketahui secara luas.

Dengan konsep baru yang lebih luas dan tertata, CFD Banjarbaru diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang interaksi dan penggerak ekonomi yang memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (MC Banjarbaru)