KBK.News, PELAIHARI – Sejumlah nelayan di Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi untuk nelayan berjalan lancar dan sesuai mekanisme yang berlaku.

Salah seorang nelayan, Juwandi, mengatakan selama ini para nelayan tetap mendapatkan solar subsidi sesuai kuota yang telah ditetapkan melalui sistem barcode resmi dari Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Tanah Laut.

“Distribusi BBM untuk nelayan di Kuala Tambangan selama ini lancar saja.

Kami menyerahkan barcode dan dana kepada pengangkut, lalu mereka mengambilkan BBM di SPBN Nelayan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, barcode tersebut diperoleh berdasarkan rekomendasi resmi dari DKP Tanah Laut melalui pemerintah desa setempat.

Hal senada disampaikan Samlan, salah seorang pengangkut BBM untuk nelayan Kuala Tambangan.

Ia menyebut harga solar subsidi yang dijual SPBN Nelayan tetap sesuai ketentuan resmi yakni Rp6.800 per liter.
“Pengangkutan BBM untuk nelayan berjalan lancar. Ada tiga orang pengangkut yang membantu nelayan mengambil BBM dari SPBN,” katanya.

Samlan mengaku menangani sekitar 47 kapal nelayan dengan total distribusi mencapai 3.700 liter solar subsidi.

BACA JUGA :  Bupati Banjar H Saidi Mansyur : Desa Kiram Masih Berada Di Wilayah Kabupaten Banjar

Di tengah distribusi yang berjalan lancar tersebut, para nelayan juga menepis isu dugaan adanya mafia solar subsidi di Tanah Laut.

Mereka menilai distribusi dilakukan terbuka berdasarkan kuota dan barcode resmi.“Tidak ada mafia seperti yang dituduhkan. Semua sesuai prosedur dan rekomendasi yang ada,” tegas Jali, salah seorang pengangkut BBM nelayan.

Menurutnya, kendala yang terkadang terjadi justru berasal dari sebagian nelayan yang belum menyerahkan dana secara penuh saat pengambilan BBM.

“Kadang barcode sudah ada, tapi dana belum lengkap. Sedangkan SPBN tidak berani mengeluarkan BBM kalau pembayarannya belum sesuai,” jelasnya.

Para nelayan juga menjelaskan adanya iuran sekitar Rp200 per liter yang disepakati bersama untuk kepentingan sosial dan keagamaan masyarakat nelayan setempat.

Mereka menegaskan pungutan tersebut tidak berkaitan dengan SPBN Nelayan.

Saat ini tercatat sekitar 220 nelayan di Kuala Tambangan menerima alokasi solar subsidi dengan total kuota mencapai sekitar 61 ribu liter.

Para nelayan berharap distribusi BBM subsidi untuk nelayan tetap berjalan lancar agar aktivitas melaut dan perekonomian masyarakat pesisir tidak terganggu.