Pemilihan Nanang Galuh Banjar Telan Dana APBD Hingga Ratusan Juta Rupiah
KBK.News, MARTAPURA – Malam puncak Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Banjar 2026 berlangsung meriah dan megah di Ballroom Hotel Grand Qin Banjarbaru. Ajang tahunan yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar itu menampilkan para finalis terbaik hasil seleksi dan karantina yang telah melalui penilaian dewan juri, Sabtu (4/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Banjar menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar ajang memilih figur duta wisata, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banjar, H Ikhwansyah, mengatakan Nanang Galuh bukan hanya kompetisi penampilan fisik, melainkan sarana membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, berbudaya, kreatif, serta peduli terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar H Irwan Jaya menjelaskan Pemilihan Nanang Galuh merupakan agenda rutin yang setiap tahun digelar mulai tingkat kabupaten hingga Provinsi Kalimantan Selatan.
Menurutnya, Kabupaten Banjar selalu memasang target tinggi agar kembali meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga menegaskan keberadaan Nanang Galuh diharapkan mampu menjadi ujung tombak promosi pariwisata dan seni budaya Kabupaten Banjar, termasuk memanfaatkan media sosial yang dimiliki masing-masing finalis untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan daerah.
Namun, di balik kemeriahan acara tersebut, besarnya anggaran yang digunakan menjadi sorotan.
Berdasarkan penelusuran KBK.News melalui SPSE Inaproc, paket jasa penyelenggaraan kegiatan Pemilihan Nanang Galuh Kabupaten Banjar Tahun 2026 memiliki pagu anggaran sebesar Rp189.480.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjar.
Tak hanya itu, penelusuran melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) menunjukkan terdapat sejumlah belanja lain yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp314.006.000.
Rinciannya meliputi jasa penyelenggaraan acara sebesar Rp189,48 juta, makanan dan minuman rapat Rp44 juta, perlengkapan dinas Rp35 juta, suvenir atau cendera mata Rp15,47 juta, perabot kantor Rp11,09 juta, alat tulis kantor Rp8,65 juta, jasa iklan, reklame, film dan pemotretan Rp7 juta, serta beberapa pos pendukung lainnya.
Dari total anggaran tersebut, sekitar 90 persen dana hanya terserap pada empat komponen terbesar, yakni penyelenggaraan acara, konsumsi rapat, perlengkapan dinas, serta suvenir.
Besarnya anggaran itu memunculkan pertanyaan mengenai manfaat nyata yang dihasilkan bagi pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Banjar.
Ketua LSM KAKI Kalimantan Selatan, Akhmad Husaini, menilai setiap rupiah uang daerah yang digunakan harus memberikan dampak yang sebanding bagi masyarakat.
“Kalau memang bermanfaat, silakan dilanjutkan. Tapi kalau tidak ada manfaat nyata, itu hanya membuang uang daerah. Lebih baik dialihkan untuk masyarakat yang membutuhkan. Apalagi sekarang pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, sehingga penggunaan APBD harus benar-benar selektif,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ajang Nanang Galuh seharusnya tidak hanya diukur dari kemegahan malam final atau banyaknya peserta, tetapi juga dari dampak konkret terhadap peningkatan kunjungan wisata, promosi budaya daerah, hingga kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat data yang dipublikasikan mengenai capaian atau indikator keberhasilan promosi pariwisata yang dihasilkan para duta wisata setelah terpilih pada tahun-tahun sebelumnya.



