MARTAPURA, KBK.News – Keluhan Salmah, warga RT 09 Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang hidup dalam rumah reot dan nyaris roboh, langsung mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Banjar.

Belum lama setelah kondisi rumah Salmah diberitakan, petugas dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi rumah tersebut.

Petugas DPRKPLH Banjar didampingi Pembakal Gudang Hirang mendatangi kediaman Salmah dan melakukan survei secara langsung. Kondisi rumah yang selama ini membuat Salmah dan anak perempuannya cemas akhirnya dapat dilihat langsung oleh pihak pemerintah daerah.

Survei tersebut menjadi langkah awal untuk melihat kondisi bangunan sekaligus mengetahui kebutuhan penanganan terhadap rumah Salmah yang diketahui sudah dalam kondisi miring dan membutuhkan perbaikan.

Pembakal Gudang Hirang, Rislani Faisal, mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Banjar yang langsung menindaklanjuti keluhan warganya.

“Alhamdulillah, respons dari Pemda sangat baik sekali. Terima kasih sudah mau datang dan menyurvei rumah warga kami,” ujar Rislani.

BACA JUGA :  IRT Dicegat saat Bawa Narkotika di Jalan Veteran Banjarmasin, Mengaku Disuruh Kakak

Menurutnya, kedatangan petugas pemerintah daerah menjadi angin segar bagi Salmah yang sebelumnya hanya bisa berharap rumahnya mendapat perhatian dan bantuan perbaikan.

Sebelumnya, Salmah mengaku setiap hari dihantui rasa takut rumah yang ditempatinya bersama anak perempuan tersebut tiba-tiba roboh.

Rumah itu terakhir kali diperbaiki secara swadaya oleh warga sekitar pada April 2026. Saat itu, masyarakat bergotong royong memasang sejumlah tongkat kayu galam sebagai penyangga karena bagian rumah mulai miring.

Namun, penyangga tersebut hanya menjadi solusi sementara. Kondisi rumah hingga kini masih memprihatinkan, ditambah rumah Salmah juga kerap terdampak genangan saat musim banjir.

Respons Pemkab Banjar terhadap kondisi rumah Salmah juga sebelumnya disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea.

Saat dikonfirmasi KBK.News, Yudi mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia juga telah meminta DPRKPLH Kabupaten Banjar untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Langkah tersebut kemudian direalisasikan dengan turunnya petugas DPRKPLH Banjar ke rumah Salmah untuk melakukan survei pada Kamis (10/9/2026) sore.