BUDAYA EKONOMI TIPS & TRIK

Penarik Becak Tenggelam Dalam Kemajuan Moda Transportasi di Kota Banjarmasin

Banjarmasin : Penarik Becak Tenggelam Dalam Kemajuan Moda Transportasi di Kota Banjarmasin dan Kini Mereka Seperti Warga Marginal Yang Tertatih-tatih Mencari Nafkah Diatas Kemajuan Kota Seribu Sungai.

Kani mengayuh becak selama 36 tahun di Banjarmasin dan kini penumpang semakin sepi serta kalah bersaing dengan moda transportasi sekarang.Namun Kani (48) tetap harus menjalani, karena tak punya pilihan. 

Mungkin sebagian besar anak milineal sekarang belum pernah dengar lagu Abang Becak di Tengah Jalan Karya Bimbo yang dilantunkan vokalisnya Iin Farlina. Lagu yang populer di tahun 70-an ini menggambarkan penarik becak yang menjual tenaganya dengan mengayuh becak sambil mencucurkan keringat.

Seperti dalam syair lagu “Abang Becak” itulah mungkin gambaran yang dilakoni Kani selama 36 tahun hingga sekarang. Kani menuturkan diusianya yang.sudah tidak muda lagi ini tenaga untuk mengayuh pedal becak tidak kuat lagi dan gerakannya semakin melambat.

Hal lain tutur ayah dari 6 anak ini adalah menurunnya jumlah masyarakat yang menggunakan jasa becak sebagai angkutan penumpang.

” Sudah 10 tahun terakhir ini tarikan penumpang semakin menyepi. Kita para penarik becak sudah kalah bersaing dengan angkutan umum dan juga ojek online. Tapi harus bagaimana lagi, inilah faktanya dan saya tidak punya kebisaan lain,” ujarnya sambil menghela nafas.

Kakek dari 2 orang cucu ini mengaku sebetulnya ia mau berhenti menjadi penarik becak, tetapi ia tidak punya modal untuk usaha lain. Padahal ia mau saja jadi penarik bajaj, tapi tidak punya uang untuk uang muka kredit.

“Saya juga mau berhenti kalau ada pekerjaan lain, misalnya jadi tukang sapu jalanan di Kota Banjarmasin. Tapi saya tidak tahu melamarnya kemana dan apalagi saya hanya punya ijasah SD,” harapnya.

Kani (Nama sesuai KTP) adalah Warga Kota Banjarmasin yang beralamat di Kelurahan Murung Raya, Antasan Segera, RT 23, RW 02 menyatakan, ia dan keluarga berharap ada perhatian Pemko Banjarmasin terhadap warganya yang kini sedang kesulitan menjalani usaha.

“Penghasilan saya sekitar Rp 50 ribu sehari. Itupun hanya bisa bekerja Senin-Jumat, sebab diluar hari itu sepi dan tidak ada langganan yang diangkut terpaksa memilih libur,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *