Kantor Berita Kalimantan
Home ยป Pengunduran Diri Bakal Calon Di PKPU Nomor 1 Tahun 2020
POLITIK

Pengunduran Diri Bakal Calon Di PKPU Nomor 1 Tahun 2020

Pengunduran Diri Bakal Calon Di PKPU Nomor 1 Tahun 2020
Pengunduran Diri Bakal Calon Di PKPU Nomor 1 Tahun 2020

Jika Salah Satu Bakal Calon Perseorangan Mengundurkan Diri, Maka Jumlah Syarat Dukungan Dinyatakan Tidak Cukup Seperti Penjelasan di PKPU Nomor 1 Tahun 2020 (18/6/2020).

Ketua KPU Kota Banjarbaru, Hegar Wahyu Hidayat menyampaikan, bahwa berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2020 tentang pencalonan. Pada PKPU ini dijelaskan detailnya di Pasal 33 ayat 1.

“Bakal Pasangan Calon perseorangan atau salah satu bakal calon perseorangan yang mengundurkan diri
sejak verifikasi administrasi sampai dengan rekapitulasi jumlah dukungan dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat dan tidak dapat diganti dengan calon lain,” ujarnya mengutip bunyi PKPU tersebut (18/6/2020).

Tahapan Pilwali Kota Banjarbaru menurut Hegar sudah mulai berjalan sejak ditetapkan KPU RI dalam bentuk PKPU Nomor 5 Tahun 2020. Saat ini pihak sedang bersiap melakukan verifikasi faktual untuk pasangan bakal calon jalur perseorangan.

BACA :   Bawaslu Banjar Temukan Dugaan Pidana Pemalsuan Bukti Dukungan

“Ada satu pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan maju melalui jalur perseorangan. Pasangan itu, yakni Edy- Astina dan telah menyerahkan bukti dukungan masyarakat,” terangnya.

Pasangan jalur perseorangan Edy Saifudin pada saat menyerahkan berkas pencalonan ke KPU Kota Banjarbaru beberapa waktu yang lalu mengatakan, syarat bukti dukungan cukup, yakni sebanyak 16.347.

“Bukti dukungan kami tersebar di 5 kecamatan di Kota Banjarbaru,” ucapnya.

Untuk bisa maju di Pilwali Banjarbaru 2020, pasangan jalur perseorangan minimal harus memiliki syarat bukti dukungan sebanyak 15.635.

Pada hari pertama mulai dilanjutkannya tahapan pilkada serentak 2020, Bakal Calon Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Arifin mengumumkan pengunduran diri. Untuk itu ia tidak akan melanjutkan proses pencalonannya.

BACA :   Nadjmi - Jaya Terima Penghargaan IRSA 2019 Untuk Kota Banjarbaru

Kabar pengunduran diri Aditya ini mengejutkan dan merubah peta politik di Kota Banjarbaru. Sebab, Aditya Mufti Ariffin yang berpasangan dengan AR Iwansyah merupakan rival paling kuat bagi Pasangan Petahana Nadjmi – Jaya.

Berita Terkait

Leave a Comment

KANTOR BERITA KALIMANTAN
KBK - Kantor Berita Kalimantan Info Khas Kalimantan