BUDAYA EKONOMI TIPS & TRIK

Penilaian dan Pembinaan Kelompok Ternak Sapi Potong

Martapura : Guna meningkatkan produksi ternak sapi potong, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar melakukan pembinaan dan penilaian terhadap kelompok ternak sapi, Selasa (2/4/2019).

Bertempat di Kelompok Ternak Sapi Potong Budi Luhur, Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, sejumlah petugas dari Disnakbun Banjar melakukan penilaian dan sekaligus pembinaan terhadap penerapan sistem usaha peternakan. Kelompok ternak sapi potong dilihat bagaimana cara mereka untuk meningkatkan usaha serta bagaimana memecahkan kendala yang dihadapi.

Penilaian Lomba Kelompok Ternak Sapi Potong juga memberikan motivasi kepada kelompok peternak maupun petugas teknis, untuk meningkatkan kinerjanya dalam membangun sektor peternakan. Selain itu juga sebagai acuan pengembangan peternakan bagi Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar, H. Dondit Bekti mengatakan, pelaku usaha dituntut untuk kreatif dalam mengembangkan usahanya, agar bisa menghadapi persaingan usaha.

“Sekarang ini harga daging sapi khususnya sapi ternak potong semakin melonjak dengan kisaran Rp130.000,00 per kilogram, ini suatu peluang bisnis yang menggiurkan,” ujarnya.

Menurut Dondit, peternak harus memilih jenis sapi yang cocok untuk diternakkan di Kabupaten Banjar, karena tidak semua jenis sapi bisa untuk dijadikan usaha penggemukan. Ia jelaskan ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam memilih jenis sapi, diantaranya jumlah populasi sapi, penyebaran, produksi karkas serta efisiensi penggunaan pakan sapi.

Kadisnakbun Banjar juga mengungkapkan, sapi-sapi lokal yang sering dijadikan sumber daging yaitu sapi ongole, sapi peranakan ongole (PO), sapi Bali dan sapi Madura.

“Paling populer yaitu sapi PO, sapi Bali, sapi Madura dan sapi Brahman,” jelasnya.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Penyuluhan pada Dinas Peternakan Kabupaten Banjar, Gusti M Haris Fadillah menambahkan, tips memilih bibit sapi potong yang baik untuk dipelihara atau sebagai calon pengganti bibit. Untuk itu diperlukan keterampilan khusus, terutama untuk melatih pandangan serta penilaian akurat.

“Pemilihan ternak sapi sangat menentukan keberhasilan usaha ternak walaupun semua jenis dan tipe sapi bisa dijadikan bibit pengganti. Tetapi, agar diperoleh sapi hasil yang baik diperlukan jenis sapi yang laju pertumbuhannya,” ujarnya.

Haris menyarankan, agar para peternak memelihara atau membesarkan ternak jenis sapi yang paling disukai atau telah populer, baik jenis impor maupun lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *