KBK.News, MARTAPURA — Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, M Hasan Hamdan, menyoroti kembali terjadinya perkelahian berdarah di kawasan Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura yang videonya viral di media sosial, Kamis (20/8/2026).

Hasan mengaku tidak hanya melihat kejadian tersebut melalui video yang beredar, tetapi juga mendapat laporan langsung dari masyarakat. Ia menyebut, warga merasa prihatin karena perkelahian terjadi di tengah kawasan yang saat itu dipenuhi anak-anak yang sedang bermain.

“Ini tentunya sangat tidak pantas. Perkelahian terjadi di tengah anak-anak yang sedang bermain. Kita khawatir kejadian seperti ini bisa menimbulkan trauma bagi mereka,” ujar Hasan.

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjar, terutama menyangkut aspek keamanan dan pengawasan di kawasan Taman CBS yang merupakan salah satu titik berkumpulnya masyarakat.

Hasan juga mempertanyakan peran pengelola Pasar Martapura, mengingat lokasi kejadian masih berada dalam kawasan pasar yang pengelolaannya berada di bawah Perumda Pasar Bauntung Batuah.

Ia mempertanyakan keberadaan petugas ketertiban dan keamanan saat perkelahian tersebut terjadi.

“Peran pengelola pasar juga harus dipertanyakan. Kemana petugas trantibum saat kejadian? Apakah pengamanan hanya dilakukan pada siang hari? Ini harus dievaluasi,” tegasnya.

Tak hanya kepada pengelola pasar, Hasan turut menyoroti DPRKPLH Kabupaten Banjar selaku pihak yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan taman.

BACA JUGA :  Dukung Program Swasembada Pangan, Anggota DPRD Banjar Helda Rina Sukses Datangkan Alsintan untuk Petani

Menurutnya, perlu dipastikan apakah sudah ada koordinasi atau permintaan dukungan pengamanan kepada Satpol PP maupun pihak terkait lainnya, khususnya pada jam-jam ketika kawasan tersebut ramai dikunjungi masyarakat.

“Ini bukan satu-satunya kejadian. Sudah berapa kali tragedi seperti ini terjadi di CBS? Jangan sampai kita baru bergerak setelah ada kejadian,” katanya.

Hasan menegaskan, pemerintah daerah bersama legislatif harus memastikan ruang publik benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Apalagi, Taman CBS merupakan salah satu kawasan yang menjadi titik kumpul warga dari berbagai kalangan, termasuk keluarga dan anak-anak.

“Pemda, bahkan kami di legislatif, harus benar-benar memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat. Apalagi ini tempat ramai dan menjadi titik kumpul masyarakat. Peningkatan keamanan sangat penting untuk menjaga kenyamanan,” jelasnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurut Hasan, persoalan keamanan di ruang publik bukan hanya menyangkut ketertiban, tetapi juga menyangkut citra Martapura dan Kabupaten Banjar secara keseluruhan.

“Ini juga demi kebaikan Martapura dan Kabupaten Banjar. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang dan akhirnya membuat warga takut untuk berekreasi santai di Taman CBS atau Alun Alun Martapura,” pungkasnya.