Perkuat Sinergi, Komisi I DPR RI Tinjau Kesiapan Korem 101/Antasari dalam Mendukung Asta Cita
KBK.NEWS BANJARMASIN – Komandan Resor Militer (Danrem) 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, menyambut kunjungan kerja resmi jajaran Komisi I DPR RI di Markas Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Rabu (28/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menjalankan fungsi pengawasan terkait kesiapan pertahanan dan rencana strategis pengembangan organisasi TNI di wilayah Kalimantan Selatan.
Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. H. Sukamta, menerima paparan komprehensif mengenai performa satuan, mulai dari kesiapan personel hingga rencana transformasi institusi.
Komitmen Implementasi Asta Cita
Dalam pertemuan tersebut, Brigjen TNI Ilham Yunus menegaskan bahwa Korem 101/Antasari sepenuhnya siap mengawal kebijakan pemerintah melalui program Asta Cita Presiden. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam mitigasi bencana alam dan dukungan program sosial nasional.
”Kami memastikan Korem 101/Antasari hadir untuk mendukung kebijakan nasional, mulai dari penanganan banjir yang menjadi tantangan di Kalsel, hingga kesiapan menyukseskan program makan bergizi bagi masyarakat,” tegas Danrem.
Poin Utama Kunjungan Kerja:
- Prestasi Penugasan: Pemaparan keberhasilan pengiriman personel ke wilayah Papua yang berjalan aman dan kondusif.
- Transformasi Organisasi: Pembahasan serius mengenai rencana pemekaran Korem 101/Antasari menjadi Komando Daerah Militer (Kodam) mandiri yang ditargetkan terealisasi pada tahun 2027. Kesiapan lahan dan struktur organisasi dilaporkan telah masuk dalam tahap perencanaan matang.
- Evaluasi Alutsista: Identifikasi kebutuhan peralatan modern, terutama alat penanggulangan bencana yang menjadi prioritas di wilayah Kalimantan Selatan.
Dukungan Legislatif
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dr. H. Sukamta, memberikan apresiasi atas profesionalisme jajaran Korem 101/Antasari. Namun, ia juga mencatat adanya beberapa kendala teknis yang harus segera diatasi.
”Seluruh aspirasi dan kebutuhan mendesak, terutama terkait keterbatasan alat penanggulangan bencana, akan kami bawa ke pusat. Kami akan rangkum ini dalam laporan resmi untuk diperjuangkan bersama Panglima TNI agar masuk dalam prioritas anggaran ke depan,” ujar Sukamta.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara legislatif dan TNI guna memastikan stabilitas keamanan serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan tetap terjaga.
