KBK.NEWS PALANGKA RAYA — Persemar Martapura keluar sebagai pemenang semi final Piala Pangdam XXII/Tambun Bungai dengan mengalahkan Tim PS Lamandau asal Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui adu penalti di Stadion Sanaman Mantikei, Palangka Raya.

Setelah melalui laga yang sangat melelahkan tanpa henti akhirnya tim dari Kabupaten Banjar yang diwakili Persemar Martapura meraih meraih kemenangan di semi final Piala Pangdam XXII/Tambun Bungai 2026.

Pada sore Kamis (6/8/2026) Persemar Martapura juara Piala Gubernur Kalsel 2026 berlaga dengan juara Piala Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) PS Lamandau di Kota Palangka Raya. Persemar tim asal Kota Martapura, Kabupaten Banjar berhasil meraih kemenangan melalui drama adu penalti dengan skor 5-3.

Pada laga final ini Persemar Martapura pada babak pertama berhasil mencetak gol, namun pada babak kedua Tim Lamandau berhasil menyamakan kedudukan dan hingga peluit panjang babak kedua skor 1-1 tidak berubah dan dilanjutkan adu penalti.

Pada adu penalti ini kesebelasan Persemar Martapura unggul dengan skor 5-3 dan berhak membawa pulang Piala Pangdam XXII /TB 2026 ke Kalimantan Selatan.

BACA JUGA :  Persemar Martapura Berhasil Kalahkan PS Banjarmasin di Piala Gubernur Kalsel Cup dan Pangdam XXII/TB Cup Dengan Skor 2 - 1

Pembina Persemar Martapura, H. Muhammad Rofiqi menyambut gembira kemenangan yang diraih anak asuhnya. Ia juga memuji PS Lamandau yang ditekan dengan penguasaan bola dan lapangan. oleh Persemar Martapura tetapi berhasil menyamakan kedudukan 1-1 hingga peluit panjang babak kedua ditiup wasit.

“Sejak para pemain Persemar Martapura berangkat menuju Palangka Raya untuk berlaga di Piala Pangdam XXII/Tambun Bungai saya sudah sampaikan dan bukan sesumbar, bahwa tim asal Kota Martapura tidak akan membuat malu Kalsel serta akan meraih hasil terbaik. Alhamdulillah itu dibuktikan dengan kemenangan pada hari ini melawan PS Lamandau,” jelas H. Muhammad Rofiqi, Kamis (6/8/2026).

Pada kesempatan ini Rofiqi juga memberikan apresiasi kepada para pemain kedua Kesebelasan yang berlaga dengan sportivitas.

“Sportivitas kedua tim patut kita apresiasi, sehingga akan berdampak pada kualitas permainan. Menjunjung tinggi sportivitas itu harus dijadikan sesuatu yang sangat penting dalam setiap pertandingan olahraga,” tegas H. Muhammad Rofiqi yang telah banyak mengabdikan diri untuk kemajuan sepak bola di Kabupaten Banjar.