KBK.News, MARTAPURA – Kelangkaan solar yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, khususnya di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, mendapat sorotan dari politisi Gerindra, Hj Helda Rina. Kondisi ini dinilai sangat berdampak terhadap aktivitas para petani yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk mengoperasikan mesin pertanian.

Menurut Helda, persoalan kelangkaan solar bukanlah hal sepele, sebab menyangkut keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah maupun nasional.

“Ini tentunya masalah besar buat kita. Memang harus kita akui kelangkaan solar memang ada, tapi dampaknya ke petani ini yang harus kita perhatikan. Apalagi para petani ini ke depan akan turut membantu kebutuhan pangan kita, dan ada program Presiden seperti swasembada pangan, cetak sawah, dan lainnya,” ujar Hj Helda Rina, yang juga menjabat sebagai Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar.

Sebelumnya, para petani di Desa Penggalaman mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar untuk kebutuhan bertani. Kelangkaan ini membuat aktivitas pengolahan lahan menjadi terhambat, terutama bagi petani yang menggunakan mesin diesel untuk membajak sawah maupun keperluan irigasi.

BACA JUGA :  Saidi Mansyur Berikan Motivasi Kepada Petani Milenial di Kabupaten Banjar

Helda menegaskan, pemerintah dan seluruh elemen terkait harus segera memikirkan solusi konkret agar persoalan serupa tidak terus berulang. Salah satu usulan yang ia dorong adalah penyediaan pom khusus untuk kebutuhan petani.

“Artinya, ke depan perlu kita pikirkan harus ada pom khusus untuk petani kita. Paling tidak ada kerja sama antara kelompok tani dengan Pertamina untuk membantu petani dan mengantisipasi hal ini,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi para petani yang semakin terbebani akibat sulitnya akses terhadap bahan bakar, terlebih di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Dexlite.

“Tentunya kita sangat prihatin terhadap kondisi mereka. Ini akan terus kami kawal agar masalah seperti ini tidak terjadi lagi nanti. Harus ada solusi antara pemerintah daerah, kita di DPRD, dan elemen lainnya untuk membantu petani kita,” tutupnya.