KBK.News, MARTAPURA – Polemik dugaan mangkraknya proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D Gambut kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian publik tak hanya tertuju pada mandeknya progres pembangunan, tetapi juga pada sikap tertutup pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait kondisi proyek yang dinilai berjalan lambat dan minim perkembangan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan RS Tipe D Gambut milik Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar diduga mengalami stagnasi. Saat KBK.News melakukan pantauan langsung ke lokasi pada Jumat (23/5/2026) sore, tak terlihat aktivitas pekerja, alat berat, maupun tanda-tanda pengerjaan proyek sedang berlangsung.

Kondisi di lapangan memperlihatkan proyek masih mandek tanpa progres signifikan.

Fakta ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek yang digadang-gadang menjadi fasilitas kesehatan strategis bagi masyarakat Banjar bagian selatan itu semestinya telah menyelesaikan pembangunan tahap awal pada akhir 2025 dan mulai memasuki tahapan pembangunan lanjutan.

Ironisnya, kondisi tersebut bukan hal baru. Saat KBK.News mendatangi lokasi proyek pada Januari 2026 lalu, situasi serupa juga ditemukan. Bahkan jika dibandingkan dengan kondisi terkini, perubahan yang terjadi dinilai sangat minim.

BACA JUGA :  Sempat Diduga Kabur, Kontraktor Proyek RS Tipe D Gambut Senilai Rp 10 Miliar Ternyata Seorang DPO

Di tengah munculnya pertanyaan publik soal nasib proyek miliaran rupiah tersebut, KBK.News terus berupaya meminta penjelasan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Namun upaya konfirmasi itu belum membuahkan hasil. Dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Noripansyah tidak memberikan respons. Tak berhenti di situ, KBK.News mendatangi langsung Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar untuk meminta klarifikasi, pada Senin (25/5/2026) siang.

Meski yang bersangkutan diketahui berada di kantor, wartawan tidak dapat bertemu.

“Beliau sedang rapat, tidak bisa diganggu,” ujar seorang petugas keamanan di lingkungan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar kepada KBK.News.

Sikap tertutup ini memunculkan pertanyaan baru. Sebab, informasi mengenai proyek RS Tipe D Gambut sejatinya menyangkut kepentingan publik, transparansi penggunaan anggaran, serta kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

Jika akses informasi terkait proyek publik sulit diperoleh, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kepastian mengenai progres pembangunan yang menggunakan uang negara?

Perlu diketahui, ini bukan kali pertama Noripansyah memilih irit bicara terkait proyek tersebut.

Pada Januari 2026, saat isu mengenai dugaan kontraktor kabur ramai diperbincangkan publik, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga tidak memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi proyek.