KBK.News, BANJARBARU– Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan menggelar pelatihan safety driving atau keselamatan berkendara bagi 100 driver di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Safety Driving Center (SDC) Banjarbaru, Senin (11/5/2026).

Pelatihan tersebut merupakan kerja sama antara Ditlantas Polda Kalsel dengan Pemprov Kalsel sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para pengemudi kendaraan dinas pemerintahan.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Dr M Fahri Siregar mengatakan para peserta diberikan pembekalan teori hingga praktik langsung terkait teknik mengemudi aman dan beretika di jalan raya.

“Pelatihan ini merupakan bentuk peningkatan keterampilan para driver SKPD agar semakin profesional dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” ujar Fahri.

Materi yang diberikan meliputi etika berlalu lintas, teknik dasar mengemudi, penggunaan simulator kendaraan, hingga praktik menghadapi berbagai kondisi jalan.

Sebelum mengikuti pelatihan, seluruh peserta juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes psikologi guna memastikan kesiapan fisik maupun mental saat berada di balik kemudi.

BACA JUGA :  Pemprov Kalsel Perbaiki Gedung Seni Balairung Sari di Taman Budaya Kalsel

Menurut Fahri, keberadaan driver pemerintahan memiliki tanggung jawab besar karena setiap hari membawa kendaraan dinas serta pejabat pemerintahan.

“Keselamatan pejabat maupun pengguna jalan lainnya sangat bergantung pada kompetensi pengemudi,” tegasnya.

Ia juga memastikan Safety Driving Center Banjarbaru terbuka bagi masyarakat umum, instansi pemerintah hingga sektor swasta yang ingin meningkatkan keterampilan keselamatan berkendara.

“SDC hadir untuk memberikan edukasi dan pelatihan safety driving, baik teori maupun praktik, agar budaya tertib berlalu lintas semakin meningkat,” tambah Fahri.

Sementara itu, Asisten II Setdaprov Kalsel Ariadi Noor menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, para driver SKPD harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam berlalu lintas.

“Pengemudi kendaraan dinas harus menjadi teladan di jalan raya. Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.