KBK.News, MARTAPURA – Penyelidikan kasus tewasnya seorang perempuan yang ditemukan di area persawahan Dusun Pangkalan, Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, terus berkembang. Polisi mengaku telah mengantongi sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Banjar, AKP Rifandy Purnayangkara Putra, mengatakan pihaknya saat ini masih fokus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap pelaku di balik kematian korban berinisial N (37), warga Desa Lok Tunggul.

“Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti dan saksi yang mengarah kepada pelaku. Untuk yang kami duga sudah ada beberapa orang, namun kami masih mencari alat bukti dan petunjuk lain untuk mencocokkan dengan alibi-alibi yang disampaikan,” ujar Rifandy, Kamis (4/5/2026) pagi.

BACA JUGA :  Pelaku Penganiayaan di Astambul Diringkus Kepolisian di Karang Intan

Meski demikian, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi tersebut dilakukan oleh satu orang pelaku.

“Untuk pelaku diduga satu orang, karena memang lokasi kejadian merupakan tempat yang sepi dan tidak ada orang di sekitar area persawahan,” jelasnya.

Terkait barang bukti, polisi mengaku belum menemukan benda yang diduga milik pelaku di lokasi kejadian. Namun, sejumlah barang milik korban berhasil diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

“Di TKP kami belum menemukan barang milik pelaku. Yang ada hanya barang milik korban, seperti sandal dan beberapa perlengkapan yang dibawa korban ke sawah,” tambahnya.

Sebelumnya, warga Desa Lok Tunggul digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di area persawahan Dusun Pangkalan pada Sabtu (30/5/2026). Korban diketahui berinisial N (37), warga setempat.