Senin, September 28, 2020
Beranda HUKUM & KRIMINAL Potensi Pelanggaran Pemilu Ditengah Pandemi Covid-19

Potensi Pelanggaran Pemilu Ditengah Pandemi Covid-19

Potensi besar pelanggaran pemilu ditengah pandemi Covid-19 perlu mendapat perhatian Bawaslu dan juga media ketika tahapan pilkada 2020 kembali bergulir (14/6/2020).

Pemerintah, DPR RI, KPU, Bawaslu, dan DKPP telah sepakat menggelar pilkada serentak 2020 pada 9 Desember mendatang. Selain itu KPU RI juga telah mengeluarkan Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaannya dan tertuang dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2020.

Pengamat Politik dari Universitas Lambung Mangkurat, Fahrianoor mengatakan, dengan dimulainya kembali tahapan pilkada serentak, maka para bakal calon kepala daerah semakin intensif melakukan sosialisasi. Menurutnya kondisi masyarakat yang kini berada ditengah pandemi Covid-19 tentu akan menjadi salah satu isu yang dapat meningkatkan popularitas pasangan bakal calon.

“Tahapan pilkada saat ini pasangan bakal calon kepala daerah dihadapkan dengan realitas persoalan sosial di masyarakat sebagai dampak pandemi Covid-19. Ini bisa menjadi komoditas politik bagi pasangan bakal calon dalam meraih dukungan calon pemilih,” jelasnya, Minggu (14/6/2020).

Dosen Fisip Universitas Lambung Mangkurat ini menyatakan, untuk calon petahana perlu mendapat perhatian, sebab apakah ia cuti selama tahapan digelar atau tidak.

“Petahana sangat berpotensi melakukan pelanggaran, jika ia tidak cuti, sebab bisa saja digunakan fasilitas negara untuk pemenangan di Pilkada. Misalnya, menggunakan Bansos Covid-19 yang diberi label, foto dan namanya, sebab masyarakat masih banyak paham itu,” tegasnya.

Menurut Fahri, kalau bantuan BansosĀ  dari Pemerintah Provinsi, cukup tulisan dan logo Pemprov, dan begitu juga kalau itu bantuan Pemko atau Pemkab.

“Contoh Pemprov DKI Jakarta, Bansos yang disalurkan ke masyarakat terdampak Covid-19 tidak bergambar Gubernur Anies Baswesan, tapi cukup Logo Pemprov DKI,” tandasnya.

Terkait persoalan tersebut Fahri meminta Bawaslu bekerja lebih maksimal mengawasi jalannya tahapan pilkada ditengah pandemi Covid-19. Selain itu pengawasan juga tidak hanya melalui Bawaslu, media juga harus ikut mengawasinya.

“Kita meminta agar Bawaslu bersama media bekerja lebih maksimal untuk mengawasi tahapan pilkada serentak 2020 di Kalsel ini,” pungkasnya.

[penci_related_posts title=”Berita Menarik Lainnya Klik Saja Dibawah Ini” number=”6″ style=”grid” align=”none” displayby=”recent_posts” orderby=”random”]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Dari Bandara Pjs Wali Kota Banjarbaru Langsung Ziarah Ke Makam Nadjmi Adhani

Pjs Wali Kota Banjarbaru setiba di Kota Banjarbaru terlebih dulu berziarah ke makam almarhum Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani di Taman Makam Bahagia...

Darmawan Jaya Hormati dan Hargai Para Relawan HMJ

Calon Wakil Walikota Banjarbaru Haji Darmawan Jaya Setiawan mendatangi posko pemenangan di beberapa kelurahan di lima kecamatan yang ada Kota Banjarbaru, Minggu (27/09). Kedatangan pasangan...

Pangeran Khairul Saleh Bersama PAN Siap Menangkan H Rusli – Guru Fadhlan

Mantan Bupati Banjar 2 Periode Pangeran Khairul Saleh Siap Mendukung Dan Menangkan Paslon Bupati Banjar H Rusli - Guru Fadhlan, Minggu (27/9/2020). Dua orang sahabat...

Hasil Survei Abal – Abal Sama Dengan Hoax !

Hasil survei dan polling abal-abal yang beredar saat tahapan pilkada sama bahayanya dengan kabar bohong atau hoax dan patut diwaspadai, Minggu (27/9/2020). Memasuki tahapan pilkada...

Recent Comments

sulingan city on Video porno atau filem porno