Prabowo Resmikan Kilang Minyak Balikpapan Guna Perkuat Kedaulatan Energi
KBK.NEWS BALIKPAPAN – Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek kilang minyak atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/01/2026). Infrastruktur energi terintegrasi ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan RDMP adalah langkah strategis agar Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan energi luar negeri. Ia menekankan pentingnya bagi bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri demi menjaga keberlanjutan pembangunan.
”Ini adalah komitmen pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan energi. Dengan kapasitas pengolahan dalam negeri yang meningkat, kita membangun masa depan Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing,” ujar Presiden.
Proyek ini diharapkan mampu mengoptimalkan produksi BBM nasional sekaligus menekan angka impor secara signifikan, sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai swasembada energi dalam waktu dekat.
Berikut adalah beberapa contoh utama upaya yang sedang dan telah dilakukan:
1. Pengembangan Kilang Minyak (RDMP)
Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kilang minyak di dalam negeri.
- Contoh Nyata: Peresmian RDMP Balikpapan pada Januari 2026. Kilang ini dirancang untuk memangkas impor BBM (khususnya solar dan bensin) secara signifikan dan memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi standar Euro V.
- Dampak: Menghemat devisa negara hingga puluhan triliun rupiah per tahun karena ketergantungan pada produk olahan luar negeri berkurang.
2. Mandatori Program Biodiesel (B40 ke B50)
Pemerintah memanfaatkan melimpahnya produksi kelapa sawit domestik untuk dicampur dengan solar.
- Contoh Nyata: Implementasi penuh B40 pada 2025 dan persiapan transisi menuju B50 pada 2026.
- Dampak: Mengurangi volume impor minyak mentah dan solar sekaligus meningkatkan harga tawar sawit petani lokal di pasar internasional.
3. Percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT)
Mendorong transisi dari energi fosil ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan yang bersumber dari kekayaan alam lokal.
- Contoh Nyata: Pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di berbagai wilayah, optimalisasi panas bumi (Geotermal), serta proyek hidrogen hijau.
- Visi: Presiden Prabowo menekankan target Swasembada Energi melalui pemanfaatan energi surya hingga ke level desa dan pulau terpencil agar daerah memiliki kemandirian pasokan listrik sendiri.
4. Hilirisasi dan Diversifikasi Energi
Tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mengolahnya di dalam negeri untuk kebutuhan energi.
- Contoh Nyata: Proyek DME (Dimethyl Ether) sebagai substitusi LPG yang selama ini banyak diimpor, serta pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) menggunakan nikel domestik.
5. Peningkatan Produksi Migas Nasional
Melalui teknologi baru dan optimalisasi blok-blok migas yang sudah ada.
- Contoh Nyata: Peningkatan produksi di Blok Cepu dan eksplorasi masif di laut dalam untuk menemukan cadangan gas baru yang akan menjadi energi transisi utama Indonesia.
|
Upaya |
Fokus Utama |
Target Kedaulatan |
|---|---|---|
|
RDMP Balikpapan |
Pengolahan BBM |
Stop impor Solar & Bensin |
|
B50 Program |
Bahan Bakar Nabati |
Substitusi Solar dengan Sawit |
|
PLTS & Geotermal |
Energi Bersih |
Kemandirian Listrik Nasional |
|
Hilirisasi Batubara |
DME |
Substitusi Impor LPG |
