Puluhan Tim Ramaikan Kejurda Orado Kabupaten Banjar, Ajang Lahirkan Atlet Masa Depan
KBK.News, MARTAPURA – Kejuaraan daerah (Kejurda) cabang olahraga Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) tingkat Kabupaten Banjar resmi digelar pada 28–29 Maret 2026. Ajang ini diikuti total 32 tim, terdiri dari 26 tim kategori dewasa dan 6 tim kategori remaja.
Ketua Orado Kabupaten Banjar, Fahrani, mengatakan kejuaraan ini menjadi langkah awal dalam menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan untuk bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Kejuaraan ini kita harapkan bisa melahirkan bibit-bibit atlet yang siap tampil di tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi sekaligus simulasi penerapan aturan baru dalam olahraga Orado yang tergolong masih baru di Kabupaten Banjar.

“Olahraga ini masih belum banyak yang familiar, jadi kejuaraan ini juga menjadi wadah belajar bagi para peserta terkait aturan dan teknis permainan,” jelasnya.
Fahrani menambahkan, dari sisi organisasi, kepengurusan Orado Kabupaten Banjar saat ini telah terbentuk dan tinggal menunggu proses pengesahan serta pelantikan. Hasil dari kejuaraan ini nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan atlet yang akan dikirim ke tingkat provinsi.
Adapun para pemenang dalam kejuaraan ini akan mendapatkan sertifikat, medali (emas, perak, dan perunggu), serta uang pembinaan dari pengurus.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Orado Kalimantan Selatan, M Aris S.kom MM, menyebutkan bahwa kejuaraan serupa sudah mulai digelar di beberapa daerah di Kalsel.
“Dari 13 kabupaten/kota, yang sudah melaksanakan kejuaraan antara lain Banjarbaru, Tanah Bumbu, Banjarmasin, dan hari ini Kabupaten Banjar,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam kejuaraan di Kabupaten Banjar.
“Antusiasnya luar biasa. Ini menunjukkan bahwa olahraga Orado mulai diminati masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan atlet yang nantinya akan dipersiapkan menghadapi kejuaraan nasional yang dijadwalkan mulai April 2026.
“Setelah kejurda ini selesai, para pemenang akan kita kirim ke kejurnas. Dari situ baru kita bisa melihat sejauh mana kemampuan atlet kita di tingkat nasional,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya juga menargetkan agar Orado dapat terdaftar secara resmi di bawah naungan KONI, sehingga pembinaan atlet bisa lebih terarah dan berkelanjutan.
“Ini bukti keseriusan kita untuk ikut ambil bagian dalam kompetisi nasional,” pungkasnya.









