Kantor Berita Kalimantan
Home ยป Puncak Hari Jadi Ke-21 Kota Banjarbaru Mendadak Sepi
BUDAYA DAERAH

Puncak Hari Jadi Ke-21 Kota Banjarbaru Mendadak Sepi

IMG 20200420 150929 01
IMG 20200420 150929 01

Puncak Hari Jadi Ke-21 Kota Banjarbaru Ditengah Pandemi Covid-19 Berlangsung Sangat Jauh Dibanding Tahun Sebelumnya dan Terlihat Sepi. Pemerintah Kota Banjarbaru lebih fokus pada penanggulangan wabah virus corona ini untuk melindungi seluruh warga kota (20/4/2020)

Ada hal yang sangat jauh berbeda pada Hari Jadi Ke-21 Kota Banjarbaru dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada pada tahun-tahun sebelumnya dipenuhi aneka rangkaian acara, seperti Banjarbaru Fair, Pergelaran Seni dan Budaya, Sholawat, dan lainnya, tetapi kali ini sangat sederhana.

Kesederhanaan pada Puncak Hari Jadi Kota Banjarbaru pada Tahun 2020 ini, sebab dampak dari wabah virus corona atau Covid-19. Apalagi Kota Banjarbaru telah ditetapkan sebagai daerah zona merah bagi penularan wabah berbahaya ini.

Terkait Hal tersebut, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan menggelarnya Puncak Hari Jadi Ke-21 Kota Banjarbaru secara sederhana. Menurut Nadjmi Adhani, dalam menggelar acara ini pihaknya sangat membatasi peserta upacara dan menerapkan physical distancing, serta menggunakan masker.

BACA :   Tiga RSUD Di Hulu Sungai Terima Bantuan APD Dari Syaifullah Tamliha
IMG 20200420 WA0040
Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani Serahkan Bantuan Untuk Warga Kota Yang Terdampak Pandemi Covid-19

“Puncak Hari Jadi Ke-21 Kota Banjarbaru dilaksanakan secara sederhana dengan penerapkan physical distancing, serta menggunakan masker,” jelasnya (20/4/2020).

Pada kesempatan ini Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani menyerahkan secara simbolis bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan ini berasal dari CSR Bank Kalsel dan sumbangan para ASN di Lingkungan Pemko Banjarbaru.

Peserta upacara Puncak Hari Jadi Ke-21 Kota Banjarbaru tadi pagi dihadiri para pejabat eselon II dan para camat ini berlangsung lancar. Para peserta menggunakan pakaian batik khas Banjar yang biasa disebut sasirangan.

Leave a Comment

KANTOR BERITA KALIMANTAN
KBK - Kantor Berita Kalimantan Info Khas Kalimantan