Ramai Padam Bergilir di Kalsel, PLN Kalselteng Mohon Doa Guru Adam Agar Pemadaman Segera Berakhir
KBK.News, BANJARMASIN – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menjadi perhatian masyarakat. PLN Kalselteng pun menyampaikan permohonan maaf atas kondisi kelistrikan yang menyebabkan sebagian pelanggan harus mengalami pemadaman secara bergantian, Minggu (26/7/2026).
Penjelasan mengenai kondisi tersebut salah satunya disampaikan melalui unggahan Instagram Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda.
Dalam unggahannya, Hj Ananda mengungkapkan telah berinisiatif menghubungi langsung General Manager PLN UIP Kalselteng, Iwan Soelistijono, untuk meminta penjelasan terkait penanganan pemadaman listrik yang masih terjadi di Kalimantan Selatan.
Iwan menjelaskan, pemadaman bergilir dilakukan menyusul adanya gangguan pada salah satu pembangkit PLTGU. Pola pemadaman bergilir terpaksa diterapkan untuk mencegah terjadinya pemadaman yang lebih luas.
“Untuk pemadaman di Kalsel, akibat salah satu pembangkit PLTGU, untuk menghindari padam meluas, diperlukan pola padam bergilir,” ujar Iwan, dikutip dari unggahan Instagram Hj Ananda.
Kendati demikian, PLN memberikan sedikit harapan bahwa kondisi kelistrikan di Kalsel berpotensi membaik pada pekan depan. Dengan perbaikan tersebut, jumlah pelanggan yang terdampak pemadaman diharapkan dapat berkurang.
“Insyaallah minggu depan ada sedikit harapan dan mengurangi jumlah pelanggan padam,” lanjutnya.
Menariknya, pada bagian akhir keterangannya, Iwan turut menyebut telah memohon doa kepada sosok yang disebutnya sebagai Guru Adam agar persoalan pemadaman listrik tersebut segera berakhir.
“Saya juga mohon doa Guru Adam untuk pemadaman ini segera berakhir,” pungkasnya.
Namun, dalam unggahan tersebut belum dijelaskan lebih lanjut siapa sosok Guru Adam yang dimaksud.
Sementara itu, pemadaman bergilir dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian masyarakat Kalsel, terutama karena listrik menjadi kebutuhan penting bagi aktivitas rumah tangga hingga kegiatan usaha.
Masyarakat pun berharap penanganan gangguan pembangkit dapat segera diselesaikan sehingga pasokan listrik kembali normal dan pemadaman bergilir tidak lagi terjadi.
