KBK.News, MARTAPURA – Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, ratusan masyarakat dari berbagai kalangan memanjatkan doa agar hujan segera turun. Salah satunya melalui pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Jumat (4/9/2026).

Salat Istisqa tersebut diikuti antusias oleh masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintahan, aparat kepolisian, hingga para undangan dan santri dari pondok pesantren.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya jajaran Binmas Polda Kalimantan Selatan, Kapolres Banjar beserta jajaran, Kapolsek, Camat dan Sekcam Karang Intan, Ketua FKDT Kabupaten Banjar, perwakilan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, KUA, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Salat Istisqa dipimpin Ustaz Haji Ahmad Baijuri dari Martapura. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, serta memperbanyak amal kebaikan.

Dalam suasana khidmat, doa pun dipanjatkan agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, sehingga kondisi lingkungan yang terdampak kemarau dapat kembali sejuk dan hijau.

“Perbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Kita berharap melalui doa dan ikhtiar ini, Allah segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi kita semua,” pesan Ustaz Haji Ahmad Baijuri dalam khutbahnya.

Koordinator kegiatan sekaligus Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Kalimantan Selatan dan tokoh masyarakat Karang Intan, Warhamni, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat mengikuti Salat Istisqa.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat bersama-sama bermunajat di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Yang hadir bukan hanya masyarakat dari satu kalangan, tetapi berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, kepolisian, hingga masyarakat umum. Semua berkumpul dalam satu tujuan, memohon kepada Allah agar segera diturunkan hujan,” ujar Warhamni.

BACA JUGA :  Kasus Keracunan MBG, Forum Komite Sekolah Kabupaten Banjar Minta Sosialisasi Sebelum Program Dilanjutkan

Ia menyebut pelaksanaan Salat Istisqa seperti ini terbilang langka dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Dari ratusan desa dan kelurahan di Kabupaten Banjar, mungkin tidak banyak yang melaksanakan Salat Istisqa secara bersama-sama seperti ini. Karena itu kami merasa bersyukur bisa menghimpun masyarakat dalam satu wadah untuk bersama-sama berdoa,” katanya.

Warhamni juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kecamatan Karang Intan yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Camat juga sangat berterima kasih kepada kami sebagai koordinator karena bisa menghimpun semua kalangan dalam kegiatan ini. Ini bukan hanya kegiatan satu kelompok, tetapi menjadi kegiatan bersama masyarakat Karang Intan,” jelasnya.

Selain masyarakat, kehadiran jajaran kepolisian juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Kapolres Banjar turut menyampaikan sambutan di hadapan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Banjar juga berpamitan kepada masyarakat karena dalam waktu dekat akan meninggalkan Polres Banjar untuk menjalankan tugas baru di wilayah Sulawesi.

Suasana pun berlangsung penuh keakraban. Momentum Salat Istisqa tidak hanya menjadi sarana untuk memanjatkan doa agar hujan turun, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah dan aparat keamanan.

Warhamni berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut menjadi ikhtiar spiritual di tengah berbagai dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.

“Semoga doa kita bersama diijabah Allah SWT. Mudah-mudahan hujan segera turun, udara kembali sejuk, lahan kembali hijau, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan lebih baik. Yang terpenting, kita terus berikhtiar dan memperbanyak istighfar,” pungkasnya.