KBK.News, BANJARMASIN, Pertunjukan Sarumah: Antara Nada dan Rahasia kembali memberi warna baru bagi seni pertunjukan di Kalimantan Selatan. Digelar di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel, musikal ini menampilkan kisah seorang anak perempuan bernama Alina yang tumbuh dengan kerinduan terhadap sosok ayah yang tak pernah ia kenal, Senin (17/11/2025).

Pencarian itu membawa Alina pada cinta, rahasia keluarga, serta nilai-nilai budaya Banjar yang menuntunnya memahami makna sebuah rumah.

Pertunjukan hadir kuat lewat alur cerita, tata musik, serta ekspresi panggung yang saling menguatkan.

Keunikan Sarumah tampak pada kemampuan produksi memadukan budaya Banjar dalam narasi modern secara halus dan berkesan. Elemen bahasa Banjar, filosofi kehidupan Banua, serta sentuhan musik panting dan japin mempertebal pengalaman emosional tokoh Alina.

Sutradara Sarumah, Bastari Bayu, menyampaikan bahwa karya ini dirancang untuk memperkenalkan identitas budaya Kalsel kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih dekat.

“Kami ingin penonton tidak hanya menyaksikan perjalanan Alina, tetapi juga merasakan kekayaan budaya Banjar yang membentuk hidupnya,” ujarnya.

Para aktor muda daerah tampil memukau dengan olah peran matang, menggambarkan dinamika emosi Alina mulai dari kehilangan, pencarian kebenaran, hingga proses menerima masa lalu. Semua itu dikemas tanpa menghilangkan sentuhan lokal yang menjadi identitas utama pertunjukan.

BACA JUGA :  Jelang Ramadhan 1446 H, Polres Banjar Gelar Kegiatan Baksos Bersama Mahasiswa

Dari sisi musik, perpaduan nada-nada Banjar dan komposisi modern menciptakan suasana puitis yang relevan bagi penonton masa kini.

Antusiasme penonton tampak sejak awal hingga akhir pertunjukan. Banyak yang menilai Sarumah sebagai karya progresif yang mampu menjaga budaya tanpa terlihat ketinggalan zaman.

Bagi sebagian penonton, cerita Alina menjadi pengingat bahwa rumah bukan hanya tempat tinggal, melainkan orang-orang dan warisan budaya yang membentuk diri.

RRI Banjarmasin bekerjasama dengan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB dalam penyelenggaraan pertunjukan teater musikal Sarumah: Antara Nada dan Rahasia. Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel.

Wakil ketua pelaksana M. Insanul Kamil menyampaikan bahwa Sarumah dihadirkan sebagai upaya memperkenalkan kesenian Banjar kepada generasi muda.

“Kami berharap seni yang kami tampilkan ini membuat anak-anak muda tahu bahwa kita punya kesenian yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Sarumah bukan sekadar bentuk pelestarian budaya, tetapi juga dorongan agar generasi muda lebih menghargai dan mencintai kesenian Banjar.

“Semoga event ini berkelanjutan untuk generasi berikutnya,” tutupnya. (Masruni)