KBK.News, MARTAPURA – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar mulai berdampak serius terhadap keselamatan pengguna jalan. Satlantas Polres Banjar mencatat sedikitnya lima laporan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang dipicu kabut asap sepanjang tahun ini, Jumat (21/8/2026).

Kasat Lantas Polres Banjar, IPTU Agung Iswahyudi, mengatakan salah satu kejadian terbaru adalah kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan roda empat, salah satunya truk pengangkut sepeda motor milik dealer. Video kecelakaan tersebut sempat viral di media sosial.

“Untuk kejadian laka lantas kemarin, kami sudah melakukan tindakan kepolisian, mengamankan barang bukti serta memeriksa saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan, laka lantas tersebut diakibatkan karena kabut asap,” ujar IPTU Agung Iswahyudi.

Beruntung, kecelakaan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kedua sopir yang terlibat juga disebut dalam kondisi selamat dan permasalahan telah diselesaikan secara damai.

“Alhamdulillah, dari kedua sopir tidak ada korban jiwa dan untuk perkaranya sudah berdamai,” katanya.

Agung mengungkapkan, kecelakaan akibat terbatasnya jarak pandang saat kabut asap bukan kali pertama terjadi. Hingga saat ini, pihaknya telah menerima sekitar lima laporan laka lantas yang berkaitan dengan kondisi kabut asap.

“Untuk sampai saat ini, laka lantas karena kabut asap, termasuk kejadian kemarin, ada sekitar lima laporan. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada korban meninggal dunia,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kabut Asap Pembakaran Tumpukan Sampah Ganggu Pengguna Jalan Gubernur Syarkawi Sungai Tabuk

Melihat kondisi tersebut, Satlantas Polres Banjar mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama ketika kabut asap sedang tebal dan jarak pandang terbatas.

Pengendara roda dua maupun roda empat diminta tetap mematuhi aturan dan rambu lalu lintas, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan serta menyalakan lampu kendaraan atau lampu kabut agar lebih mudah terlihat pengguna jalan lainnya.

“Di musim kabut asap ini jangan lupa memakai masker, kurangi kecepatan, nyalakan lampu kabut, jaga jarak dengan kendaraan di depan dan tetap waspada terhadap kondisi sekitar,” imbaunya.

Agung menegaskan, apabila kabut asap sudah menyebabkan jarak pandang hanya sekitar lima meter, pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan dan mencari tempat aman untuk berhenti sementara.

“Kalau jarak pandangnya sampai lima meter, kami sarankan berhenti terlebih dahulu. Dengan jarak pandang seperti itu sangat tidak memungkinkan untuk berkendara, baik dengan kecepatan tinggi maupun rendah,” tegasnya.

Satlantas Polres Banjar berharap masyarakat tidak menganggap remeh kabut asap di jalan raya. Selain mengganggu kesehatan, terbatasnya jarak pandang juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara tidak menyesuaikan kecepatan dan kondisi berkendara.