Sebulan Terendam Banjir, Akses Jalan Desa Simpang Lima Hanya Bisa Dilalui Perahu Kecil
KBK.News, MARTAPURA – Banjir yang melanda Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, telah berlangsung selama hampir satu bulan. Hingga kini, genangan air belum juga surut dan membuat akses jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan darat, sehingga warga hanya mengandalkan perahu kecil untuk beraktivitas, Rabu (14/1/2026).
Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai 30 hingga 90 sentimeter, menyerupai kondisi banjir besar yang pernah terjadi pada tahun 2021 lalu.
Rumah warga, fasilitas umum, serta akses penghubung antar-RT masih terendam, menyebabkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat lumpuh.
Berdasarkan data banjir Desa Simpang Lima per 8 Januari 2026, tercatat sebanyak 104 rumah terdampak dengan jumlah 104 kepala keluarga (KK) atau sekitar 303 jiwa.
Rinciannya, di RT 01 terdapat 55 rumah dengan 48 KK atau 138 jiwa, sementara di RT 02 tercatat 49 rumah dengan 56 KK atau 165 jiwa terdampak banjir.
Warga Desa Simpang Lima, Agus, mengatakan banjir mulai masuk sejak 21 Desember dan terus bertambah ketika hujan turun.
“Kalau hujan, air pasti naik lagi. Sampai sekarang belum surut,” ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, warga mengaku sangat bergantung pada bantuan yang datang dari berbagai pihak. Bantuan telah diterima dari pemerintah kecamatan, relawan, serta warga setempat.
Selain itu, bantuan dari Kapolsek setempat juga telah disalurkan satu kali kepada warga terdampak.
“Bantuan memang sudah ada, tapi karena banjirnya lama, kami berharap bantuan bisa lebih rutin dan berkelanjutan,” tambah Agus.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih serius, mengingat banjir di wilayah Kabupaten Banjar, khususnya Desa Simpang Lima, dinilai sudah menjadi bencana tahunan yang terus berulang tanpa solusi jangka panjang.
