Serangan Kera Liar Makin Brutal, Warga Aluh Aluh–Beruntung Baru Minta Pemerintah Turun Tangan!
KBK.News, MARTAPURA – Serangan kera liar di wilayah Kecamatan Aluh Aluh dan Beruntung Baru kembali memakan korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun KBK.News, seorang warga di kawasan Simpang Warga Dalam menjadi korban terbaru setelah diserang kera liar pada Sabtu (29/11/2025).
Kapolsek Aluh Aluh, Ipda Deden Lesmana, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel terkait penanganan gangguan satwa liar itu.
“Permasalahan serangan kera liar ini sudah ditangani di tingkat provinsi. Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel saat ini tengah berkoordinasi dengan Tim Animal Rescue Kota Banjarmasin, karena mereka memiliki peralatan khusus untuk melakukan pembiusan terhadap hewan liar tersebut,” ujar Kapolsek Aluh Aluh.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mencegah kera liar memasuki area permukiman, dengan :
Membuat suara keras untuk menakuti kera, seperti membunyikan klakson, peluit, atau menggoyang kaleng berisi batu.
Menghilangkan sumber makanan, dengan mengamankan ke tempat sampah agar tidak mudah diakses.
Menutup pintu dan jendela rapat-rapat, terutama saat rumah sedang tidak dijaga, untuk mencegah kera masuk.
Segera melapor bila melihat kawanan kera liar melalui Call Center BKSDA Kalsel atau layanan darurat 112 Kabupaten Banjar.
Sebelumnya, warga di Desa Jambu Burung, Kecamatan Beruntung Baru, juga diresahkan dengan serangan kera liar pada Senin (24/11/2025). Setidaknya lebih dari tiga warga di dua kecamatan tersebut telah menjadi korban gigitan maupun cakaran.
Gelombang keluhan mengalir dari masyarakat. Kepada KBK.News, Mereka mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah terpadu untuk mengendalikan populasi kera serta mencegah potensi serangan berikutnya.
