Silaturahmi Musisi Banua 2026 Sukses, Senior dan Junior Berbaur Satu Panggung
KAKI News, BANJARMASIN– Acara Silaturahmi Musisi Banua 2026 yang digelar di Taher Square Banjarmasin, Minggu (15/2/2026) malam, berlangsung sukses dan penuh kejutan.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kumpul jelang Ramadan, tetapi juga berubah menjadi reuni musisi lintas generasi, khususnya para pelaku musik cadas Banua era 1990-2000an.
Sejak sore hingga malam, panggung diisi deretan band lokal dari berbagai genre.
Namun suasana semakin istimewa dengan kehadiran sejumlah musisi senior yang pernah malang melintang di panggung musik Kalimantan Selatan.
Di antara yang hadir tampak gitaris Cicim (eks Robin Hood), drummer Boboy yang kini menjadi instruktur di Purwacaraka Music, empat vokalis legendaris Mifta Koso, Fery Sayo dan Dedy Albar, serta eks keyboard band papan atas Mata, Yudhi Profesor serta Syamsu basis Ntespoy dain Ifin drum .
Hadir juga Dani mantan Basis, Big Boys yang pernah masuk 10 Finalis Festival Rock se Indonesia ke V dan melambungkan nama Arul Efansyah sebagai vokalis terbaik di ajang bergengsi tersebut.
Selain itu, para senior juga tampil diantaranya basis Dede (The Roack 02K), gitaris Hurries Rock On, Martis, Shen Sen, Junaidi , Yudi (Matta) Hafid dan sejumlah nama senior lainnya bersama grup masing masing.
Salah satu momen kejutan terjadi saat grup Edelweis memanggil Abizar, yang kini menjadi keyboardis band Bunga, untuk naik ke atas panggung.
Kebetulan Abizar tengah berlibur di Banjarmasin, dan langsung disambut antusias oleh penonton maupun sesama musisi.
Highway Star dari Deep Purple pun langsung menyeruak
Repertoar lagu yang dibawakan pun sangat variatif, mulai dari karya D’Masiv, Elpamas, Slank, Deep Purple, hingga Guns N’ Roses, yang membuat suasana semakin hidup dan bernuansa nostalgia.

Ketua Panitia Silaturahmi Musisi Banua 2026, Arief ZPK, mengatakan bahwa acara ini memang dirancang sebagai ruang temu bagi seluruh musisi Banua tanpa memandang usia maupun genre.
“Ini bukan sekadar konser, tapi silaturahmi. Kita ingin mempertemukan generasi lama dengan generasi baru, berbagi panggung dan energi,” pungkas Arief didampingi Ibu Rima owner RM Pondok Bahari dan My Sound yang menjadi pendukung acara tersebut.
Ia menambahkan, momentum jelang Ramadan sengaja dipilih sebagai simbol pamitan sebelum aktivitas bermusik biasanya melambat.
“Biasanya setelah masuk Ramadan, kegiatan manggung agak berkurang. Jadi ini semacam pamitan, sekaligus recharge semangat,” katanya.
Dalam acara tersebut, sejumlah band lokal tampil bergantian sesuai rundown, di antaranya Says Project, Asa Band, Semangka Tanpa Biji, Boomers, Blackstone, Kalsel Opera ft Shensen, ZND, Edelweis, Freya, After Ego, serta Nono Axl & Friend, sebelum ditutup dengan sesi jamming bersama.
Sebagai penutup pamungkas, Nono Axl & Friend membawakan dua tembang legendaris milik Guns N’ Roses.
Salah satunya November Rain, yang langsung disambut koor massal pengunjung.
Suasana berubah menjadi sing along, dengan ratusan penonton ikut bernyanyi bersama hingga lagu usai.
Momen tersebut menjadi klimaks emosional sekaligus simbol kuatnya ikatan antar musisi dan penikmat musik di Banua.
Arief berharap Silaturahmi Musisi Banua bisa menjadi agenda rutin tahunan dan terus berkembang sebagai wadah konsolidasi komunitas musik lokal di Kalimantan Selatan.
“Harapannya bukan cuma ramai satu malam, tapi silaturahmi ini berlanjut.
Musik Banua harus tetap hidup, baik di panggung maupun di komunitasnya,” pungkasnya.
