Suap Restitusi PPN: KPK Seret PT Buana Karya Bhakti dalam OTT KPP Madya Banjarmasin

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar identitas pihak swasta di balik Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono. Adalah PT Buana Karya Bhakti (BKB), perusahaan perkebunan sawit raksasa, yang diduga menjadi aktor penyuap demi memuluskan urusan restitusi pajak.

​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa skandal ini berakar dari kongkalikong pengembalian kelebihan pajak (restitusi) Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

​”Ada dugaan pengaturan dalam proses restitusi PPN tersebut dan penerimaan (suap) oleh oknum di KPP Madya Banjarmasin,” tegas Budi di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

​Poin Utama Skandal:

  • Barang Bukti Fantastis: KPK menyita uang tunai senilai lebih dari Rp1 miliar dalam operasi senyap tersebut.
  • Tersangka Utama: KPK resmi menetapkan tiga orang tersangka: Mulyono (Kepala KPP), satu orang ASN bawahannya, dan perwakilan dari PT BKB.
  • Profil Perusahaan: PT BKB merupakan bagian dari GPS Group (Gagah Putera Satria) yang beroperasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Perusahaan ini bergerak di industri hulu-hilir sawit, mulai dari perkebunan hingga produksi CPO.
BACA JUGA :  OTT KPK "Gegerkan" Banjarmasin: Dalang Pejabat Pajak Ditangkap

​Modus Operandi

​Praktik lancung ini diduga melibatkan “main mata” antara wajib pajak dan petugas pajak. PT BKB, yang seharusnya menjalani proses audit restitusi secara transparan, disinyalir memberikan upeti miliaran rupiah agar klaim pengembalian pajaknya berjalan mulus tanpa hambatan administratif.

​Hanya dalam waktu 24 jam pasca-penangkapan pada 4 Februari lalu, KPK langsung menaikkan status kasus ini ke penyidikan. Langkah cepat ini menandakan bukti-bukti yang dikantongi penyidik sudah sangat kuat untuk menjerat para pemain di sektor komoditas unggulan ini.